Tutup
Regulasi

Dampak Kebijakan Ekspor Satu Pintu DSI Terhadap Saham, Ini Kata Analis

172
×

Dampak Kebijakan Ekspor Satu Pintu DSI Terhadap Saham, Ini Kata Analis

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang mulai diterapkan bertahap pada 1 Juni 2026 menjadi sorotan tajam pelaku pasar modal. Kebijakan ini diharapkan tidak memicu risiko kebijakan (*policy risk*) yang berujung pada aksi jual saham secara masif.

Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menyatakan bahwa secara teoritis, skema satu pintu ini mampu mempersempit ruang praktik *transfer pricing* serta mencegah devisa hasil ekspor (DHE) diparkir di luar negeri. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada efektivitas implementasi di lapangan.

Pasar masih meragukan efektivitas mekanisme ini dalam menekan risiko *under invoicing*. Kekhawatiran muncul jika tata kelola internal DSI tidak memenuhi standar kepatuhan internasional, maka risiko penyimpangan hanya akan bergeser dari level korporasi ke institusi pemerintah tersebut.

Selain isu tata kelola, investor menyoroti beban efisiensi bisnis. Dalam perdagangan komoditas global, kecepatan eksekusi dan kepastian pengiriman adalah kunci. Jika proses verifikasi menjadi birokratis demi mengejar transparansi, biaya oportunitas yang timbul akibat keterlambatan ekspor dikhawatirkan jauh lebih besar daripada potensi kerugian dari *under invoicing*.

Sebelumnya, pengumuman pembentukan DSI pada 21 Mei 2026 sempat memicu reaksi negatif pasar dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,54% dalam sehari. Reaksi tersebut mencerminkan kecemasan investor terhadap potensi intervensi negara yang terlalu dalam pada sektor komoditas.

Nafan menyebut ada tiga faktor utama yang memicu respons negatif pasar. Pertama, ketidakpastian operasional akibat transisi mekanisme dari *business to business* (B to B) menjadi satu pintu yang berpotensi menghambat arus kas emiten.

Kedua, muncul kekhawatiran mengenai risiko monopoli dan distorsi harga. Pasar cemas jika DSI tidak memiliki kemampuan manajemen risiko yang mumpuni, maka akan terjadi penetapan harga yang kaku atau pungutan tambahan yang mengurangi fleksibilitas eksportir saat harga komoditas global sedang melonjak.

Ketiga, ancaman terhadap likuiditas pasar domestik. Mengingat sektor energi dan material dasar merupakan penyumbang devisa serta penopang utama aliran modal asing, gangguan pada sektor ini akan berdampak signifikan bagi kesehatan pasar saham nasional.

Di sisi lain, pemerintah tetap optimistis. Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa konsep *single window* ekspor bertujuan memperkuat pengawasan dengan memberikan visibilitas penuh terhadap volume ekspor, harga jual aktual, serta aliran devisa hasil ekspor secara akurat.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan reli penguatan pada perdagangan Jumat (29/5/2026), didorong optimisme pasar terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Indeks-indeks utama Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi intraday dan bersiap menutup pekan maupun bulan ini di zona hijau. Baca Juga: Asing Banyak Borong Saham-Saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas dunia mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir. Meski begitu, investor ritel masih mempertanyakan apakah investasi emas, khususnya emas batangan, tetap menarik di tengah lebar spread harga jual dan buyback. Melansir Trading Economics pukul 17.59 WIB, harga emas spot naik 0,96% secara harian menjadi US$ 4.538 per ons troi. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas masih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Jumat (29/5/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 17.881 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,91% dari level Rp 17.717 per dolar AS pada Jumat (22/5). Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,52% secara harian ke Rp 17.883 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,93% dari level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI bergerak di bawah US$ 100 per barel seiring dengan laporan yang menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) – Iran menyepakati memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Mengutip Trading Economics Jumat (29/5/2026) pukul 11.07 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 88,02 per barel, menurun 8,78% dalam sepekan. Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwy Assegaf mengatakan, harga minyak…