Tutup
Regulasi

15 Perusahaan Antre Melantai di Bursa Efek Indonesia per April 2026

251
×

15 Perusahaan Antre Melantai di Bursa Efek Indonesia per April 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat antrean 15 perusahaan yang bersiap melantai di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau *Initial Public Offering* (IPO) hingga 10 April 2026.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, merinci bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 11 perusahaan masuk dalam kategori aset skala besar dengan nilai di atas Rp250 miliar. Sisanya, empat perusahaan lainnya merupakan perusahaan dengan aset skala menengah.

Hingga 10 April 2026, BEI mencatat satu perusahaan telah resmi melantai di bursa dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp0,30 triliun.

Sektor kesehatan mendominasi daftar antrean IPO dengan empat perusahaan. Selanjutnya, sektor konsumer non-siklikal menyumbang tiga perusahaan, sementara sektor konsumer siklikal, infrastruktur, dan teknologi masing-masing menyumbang dua perusahaan. Adapun sektor energi dan keuangan masing-masing diwakili oleh satu perusahaan.

Nyoman menegaskan bahwa minat perusahaan untuk melantai di bursa tetap terjaga dengan baik di tengah kondisi pasar yang dinamis. Hal ini dibuktikan dengan keragaman sektor calon emiten yang menunjukkan antusiasme tinggi.

“Kondisinya memang dinamis, namun minat atau *appetite* perusahaan masih sangat terlihat,” ujar Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/4).

Pihak BEI menargetkan seluruh proses pencatatan saham bagi 15 perusahaan tersebut dapat rampung paling lambat Juni 2026. Hal ini dikarenakan mayoritas calon emiten menggunakan laporan keuangan periode Desember 2025.

“Sebagian besar, mungkin 100 persen, menggunakan laporan keuangan per Desember. Jadi, pencatatannya kita harapkan selesai paling lambat Juni ini. Itu semua tergantung pada kecepatan mereka dalam memberikan tanggapan kepada kami,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nyoman mengungkapkan bahwa fokus utama BEI tahun ini tidak hanya mengejar jumlah IPO saham. Bursa menargetkan peningkatan lebih dari 50 persen pada total pencatatan efek secara keseluruhan, termasuk obligasi dan produk terstruktur, dibandingkan capaian pada 2025.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…