Tutup
Regulasi

Komisi Informasi Ungkap 85 Persen BUMN Belum Informatif

677
×

Komisi Informasi Ungkap 85 Persen BUMN Belum Informatif

Sebarkan artikel ini
Komisioner Komisi Informasi Pusat Cecep Suryadi. Foto : Istimewa

Jakarta – Komisi Informasi Publik (KIP) Pusat menyatakan, jika sekitar 85 persen Badan Usaha Milik Negara atau BUMN masih minim akan keterbukaan informasi kepada publik.

Komisioner KI Pusat Cecep Suryadi mengungkapkan, padahal berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, dengan jelas mengatur secara khusus mengenai keterbukaan informasi dalam tubuh BUMN.

Dikatakan Cecep, berdasarkan catatan KIP dan hasil monitoring pihaknya ke BUMN yang dirilis Desember 2019 lalu, terungkap hanya 1 persen BUMN yang berkategori informatif.

Kemudian, 1 persen menuju informatif, 7 persen cukup informatif, 6 persen kurang informatif, dan 85 persen tidak informatif.

“Paling banyak tidak informatif. Monitoring yang dilakukan oleh Komisi Informasi memperlihatkan ada sekitar 85 persen BUMN yang tidak informatif,” kata Cecep Suryadi di Jakarta, Jumat 17 Januari 2020 kemarin.

Cecep menyebut, tingkat kepatuhan BUMN dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat dinilai sangat rendah.

Ia pun menilai, BUMN masih jauh dari penerapan prinsip keterbukaan informasi, terutama dalam aspek menyampaikan dan menyediakan informasi kepada masyarakat.

Termasuk misalnya BUMN yang tidak menyiapkan daftar informasi publik yang seharusnya diperbaharui secara berkala dan berkelanjutan.

“Ada lebih 90 BUMN yang belum mengumumkan rencana kerja dan anggarannya. BUMNtersebut tidak menyiapkan/mengembangkan sistem yang memungkinkan bagi masyarakat untuk mengetahui apa rencana yang sedang dilakukan. Padahal aspek ini sangat penting,” jelas Cecep.

Padahal, menurut Cecep, keterbukan informasi kepada publik merupakan salah satu upaya untuk menutup celah terjadinya penyimpangan penggunaan anggaran dan praktek korupsi.

Akibat tidak transparannya informasi, maka menurutnya, celah atau peluang pennyalahgunaan anggaran dan sebagainya semakin terbuka seperti halnya kasus Jiwasraya yang mencuat beberapa waktu belakangan.

“Beberapa kasus korupsi yang mengemuka belakangan akibat tidak transparannya pengelolaan BUMN,” jelas Cecep.

Selain itu, Cecep mengapresiasi langkah yang diambil oleh Menteri BUMN Erick Thohir dalam melakukan pembenahan terhadap sejumlah BUMN.

Ia berharap, kebijakan yang diambil Erick harus dilakukan secara komprehensif.

“Kementrian BUMN melakukan pembenahan di tubuh BUMN harus dilakukan secara komprehensif dan inilah momentum strategis,” tutup Cecep.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…