Tutup
News

Airlangga Nego Tarif Impor AS, Cegah Ketegangan Dagang

370
×

Airlangga Nego Tarif Impor AS, Cegah Ketegangan Dagang

Sebarkan artikel ini
tarif-trump-berlaku-efektif-agustus-2025,-menko-airlangga-masih-kejar-peluang-negosiasi-ulang
Tarif Trump Berlaku Efektif Agustus 2025, Menko Airlangga Masih Kejar Peluang Negosiasi Ulang

Jakarta – Pemerintah Indonesia terus berupaya menegosiasikan ulang tarif impor sebesar 23 persen yang diberlakukan Amerika Serikat (AS). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ini berada di AS untuk melakukan serangkaian pertemuan terkait hal ini.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan upaya ini sebagai respons atas kebijakan tarif perdagangan AS.

“Kehadiran Pak Menko di sana untuk bertemu dengan pihak-pihak terkait, merupakan respons dari pemerintah Indonesia terhadap surat yang disampaikan oleh pemerintah AS,” ujar Haryo dalam konferensi pers, Rabu (9/7/2025).

Pemerintah Indonesia akan memanfaatkan waktu hingga 1 Agustus 2025, tanggal efektif berlakunya tarif impor, untuk berdialog dan mencari solusi dengan pemerintah AS.

“dalam surat tersebut, kami melihat masih tersedia ruang untuk merespons. Karena penerapannya juga dijadwalkan baru akan dimulai tanggal 1 Agustus 2025,” kata Haryo.

Haryo menegaskan pemerintah terus berupaya membangun komunikasi dengan AS untuk mencegah ketegangan yang merugikan hubungan dagang kedua negara.

“Pemerintah akan terus berupaya mengoptimalkan kesempatan yang tersedia,demi kepentingan nasional ke depannya,” tegasnya.Perundingan perdagangan antara Indonesia dan AS masih berlangsung, dengan menekankan pentingnya hubungan dagang strategis bagi kedua negara.

Haryo menambahkan, relasi yang ada saat ini membuka ruang dialog konstruktif dan saling menghargai. Pemerintah Indonesia akan terus mengedepankan semangat diplomasi untuk mencapai kesepakatan terkait tarif perdagangan.”Artinya, perundingan ini masih tetap berlangsung dan diskusi juga masih terus berjalan. Kita akan menekankan kepada pemerintah AS bahwa Indonesia adalah negara yang strategis dalam perdagangan internasional,” pungkas Haryo.