Tutup
Perbankan

Satgas Pangan Akui Stok Beras Ritel Kosong, Produsen Takut Ditangkap

289
×

Satgas Pangan Akui Stok Beras Ritel Kosong, Produsen Takut Ditangkap

Sebarkan artikel ini
satgas-pangan-akui-stok-beras-ritel-kosong,-produsen-takut-ditangkap
Satgas Pangan Akui Stok Beras Ritel Kosong, Produsen Takut Ditangkap

Jakarta – Satgas Pangan Polri mengakui adanya kekosongan stok beras di sejumlah ritel modern dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini dipicu kekhawatiran produsen dan distributor terkait potensi proses hukum.

Kepala satgas Pangan Polri, Brigjen Helfi Assegaf, mengungkapkan produsen enggan memasok kembali beras ke pasar karena takut ditangkap.

“Memang ada penurunan. Mereka menghabiskan stok di ritel dan tidak mengisi kembali karena takut,” ujar Helfi dalam diskusi publik di Jakarta, Selasa (26/8).

Ketakutan ini muncul karena sebagian produsen tidak memenuhi standar mutu yang tertera pada label kemasan.

Satgas Pangan telah menangani 25 perkara dengan 28 tersangka terkait operasional produksi beras.

Satgas juga menemukan produsen yang memasarkan beras tanpa uji laboratorium.

Meski demikian, Helfi menegaskan belum menemukan praktik penimbunan beras di ritel maupun gudang.

“Alhamdulillah, penimbunan belum kita temukan. Mereka langsung mendorong barang ke ritel saat didatangi,” katanya.

Helfi memastikan stok beras nasional sebenarnya mencukupi.

data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi Agustus 2025 mencapai 3,2 juta ton, sementara kebutuhan nasional hanya 2,6 juta ton.

“Artinya ada surplus 400 ribu ton,” jelasnya.

Satgas kini bekerja sama dengan Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memulihkan pasokan di ritel, termasuk melalui program beras murah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Sebanyak 30 polda melaporkan ketersediaan beras di pasar modern dan tradisional sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sebelumnya,Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) solihin menyebut kekosongan stok beras di ritel modern dipicu kasus beras oplosan.

Kasus beras oplosan mencuat setelah Satgas Pangan menetapkan tiga tersangka dari PT Padi Indonesia maju (PIM) Wilmar karena memproduksi beras tidak sesuai standar mutu.

Bapanas juga menyoroti penyaluran beras SPHP Bulog yang belum optimal.Deputi III Bapanas, Andriko Noto susanto, menilai penyaluran beras SPHP belum optimal dan beras premium langka di ritel modern.