Tutup
Regulasi

Panas Bumi: Andalan Transisi Energi, Peluang Investasi PGEO Menarik?

283
×

Panas Bumi: Andalan Transisi Energi, Peluang Investasi PGEO Menarik?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dinilai memiliki peran krusial dalam transisi energi Indonesia, berkat potensi energi panas bumi yang dikelolanya. Analis pasar modal dari Bahana Sekuritas, Jeremy Mikael, melihat saham PGEO menawarkan prospek pertumbuhan yang terukur dan profil bisnis yang relatif stabil dibandingkan sektor energi baru terbarukan (EBT) lainnya.

Energi panas bumi yang dikelola PGEO diyakini mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus meningkatkan bauran EBT.

Jeremy meyakini saham PGEO memiliki potensi positif dengan pertumbuhan yang lebih terukur dibandingkan sektor EBT lain, termasuk pertambangan mineral dan logam.

“Dengan target pengembangan kapasitas menuju 1 gigawatt (GW) dan produksi 5,5–6,0 gigawatt hour (GWh) pada 2028, PGEO menawarkan kombinasi pertumbuhan yang terukur dan profil bisnis yang relatif defensif,” jelas Jeremy.

Stabilitas bisnis panas bumi membuat pendapatan dan laba PGE relatif konsisten. Target PGE menjadi “1 GW company” melalui proyek-proyek strategis menjadi daya tarik bagi investor yang mencari investasi energi hijau dengan risiko terkendali.

Diproyeksikan, kapasitas PGE pada 2028 dapat mencapai 1 GW dengan total produksi listrik 5,5–6,0 GWh. EBITDA diperkirakan mencapai US$484 juta dengan CAGR 11% (2024–2028), sementara laba bersih diproyeksikan US$201 juta dengan CAGR 5,8%.

Dari sisi fundamental, neraca keuangan PGE dinilai sehat.

“PGEO memiliki *growth story* yang jelas dari penambahan kapasitas organik. Valuasinya masih relatif *reasonable* dibanding pemain panas bumi lainnya, dengan *gearing ratio* di bawah rata-rata industri sehingga masih memiliki *debt headroom* untuk ekspansi,” ungkap Jeremy.

Prospek sektor EBT akan semakin kuat seiring target pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dokumen tersebut menargetkan kontribusi listrik EBT sebesar 30% pada 2034, dengan tambahan kapasitas terpasang EBT 52,8 GW.

Panas bumi diproyeksikan berkontribusi sekitar 5,2 GW dari total tersebut, meningkat signifikan dari kapasitas saat ini. Pangsa pasar EBT berdasarkan kapasitas terpasang ditargetkan naik menjadi 37,5% dari sekitar 9,6% saat ini.

“Minat investor terhadap sektor EBT mulai terlihat. Saat ini, saham PGEO berada dalam fase koreksi setelah kenaikan pada kuartal kedua dan ketiga, namun prospek jangka menengahnya tetap menarik,” lanjut Jeremy.

Jeremy menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam eksekusi proyek. Ia menyoroti peran Danantara dalam mendukung kerja sama PGEO dan PT PLN (Persero), termasuk anak usaha PLN Indonesia Power, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Kerja sama ini mencakup pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total potensi tambahan kapasitas hingga 530 megawatt (MW).

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…