Tutup
Regulasi

Nataru di Kepri: Penukaran Uang Tunai Sentuh Rp2,01 Miliar

203
×

Nataru di Kepri: Penukaran Uang Tunai Sentuh Rp2,01 Miliar

Sebarkan artikel ini

Batam – Kebutuhan uang tunai di Kepulauan Riau (Kepri) melonjak signifikan jelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Peningkatan ini dipicu oleh tingginya aktivitas konsumsi, mobilitas wisata, dan perdagangan lokal selama libur akhir tahun.

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepri mencatat, program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) 2025 mencatatkan penukaran uang senilai Rp2,01 miliar. Angka ini menunjukkan tingginya permintaan uang layak edar, terutama pecahan kecil.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto, menyatakan bahwa peningkatan kebutuhan uang tunai adalah fenomena rutin saat Nataru. Hal ini terjadi meskipun tren digitalisasi sistem pembayaran terus berkembang.

“Permintaan uang baru dan pecahan kecil meningkat tajam saat akhir tahun, terutama untuk kebutuhan konsumsi, tradisi berbagi, serta meningkatnya aktivitas pariwisata dan perdagangan,” ujar Rony, Rabu (31/12/2025).

Secara tahunan, BI Kepri mencatat *outflow* uang kartal sepanjang 2025 mencapai Rp11,402 triliun. Meskipun turun 5,54% dibandingkan tahun sebelumnya, intensitas peredaran uang tunai tetap tinggi saat libur panjang dan hari besar keagamaan.

Sementara itu, total *net outflow* uang rupiah di Kepri selama 2025 tercatat sebesar Rp8,259 triliun. Capaian ini menunjukkan bahwa kebutuhan uang tunai di masyarakat masih stabil, terutama saat lonjakan transaksi ekonomi.

Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, BI Kepri mengoptimalkan distribusi uang kartal melalui layanan kas keliling SERUNAI di berbagai lokasi strategis, seperti pusat perbelanjaan dan kawasan permukiman.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan Rupiah layak edar dan menjaga kelancaran sistem pembayaran selama puncak aktivitas akhir tahun.

“Meski transaksi non-tunai dan QRIS terus tumbuh, uang tunai masih memegang peranan penting pada momen tertentu seperti Natal dan Tahun Baru. Karena itu, kesiapan distribusi uang kartal menjadi prioritas kami,” tegas Rony.

BI menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara penguatan transaksi digital dan pemenuhan kebutuhan uang tunai. Tujuannya, agar aktivitas ekonomi masyarakat Kepri tetap berjalan lancar di tengah dinamika transaksi saat periode Nataru.