JAKARTA – Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) terpantau stabil pada Minggu (31/5). Emas Antam tetap berada di posisi Rp 2.799.000 per gram, sementara harga *buyback* atau pembelian kembali juga tidak mengalami perubahan, yakni di level Rp 2.609.000 per gram.
Berdasarkan data tersebut, terdapat selisih (*spread*) sebesar Rp 190.000 antara harga jual dan harga *buyback* emas Antam. Lebarnya selisih ini menegaskan bahwa investasi emas batangan lebih ideal untuk jangka panjang, agar kenaikan harga di masa depan mampu menutup *spread* dan memberikan keuntungan bagi investor.
Mekanisme harga di gerai Logam Mulia memang menetapkan dua acuan yang berbeda. Harga emas yang tercantum adalah nilai saat investor membeli dari gerai, sedangkan harga *buyback* adalah nilai saat investor menjual kembali emas tersebut ke Antam.
Sebagai ilustrasi, jika investor membeli emas seharga Rp 2.799.000 per gram hari ini dan memutuskan untuk menjualnya kembali secara mendadak, maka emas tersebut hanya akan dihargai Rp 2.609.000 per gram. Tanpa memahami perbedaan kedua harga ini, investor berisiko salah dalam menghitung potensi keuntungan maupun kerugian investasi mereka.
Berikut adalah simulasi potensi laba atau rugi investasi emas Antam berdasarkan durasi penyimpanan:
| Tanggal Pembelian | Harga per Gram | Harga Buyback | Potensi Laba/Rugi |
| :— | :— | :— | :— |
| 24 Mei 2026 | Rp 2.773.000 | Rp 2.609.000 | -5,91% (rugi) |
| 01 Mei 2026 | Rp 2.799.000 | Rp 2.609.000 | -6,79% (rugi) |
| 03 Maret 2026 | Rp 3.122.000 | Rp 2.609.000 | -16,43% (rugi) |
| 01 Desember 2025 | Rp 2.415.000 | Rp 2.609.000 | 8,03% (untung) |
| 31 Agustus 2025 | Rp 1.980.000 | Rp 2.609.000 | 31,77% (untung) |
| 31 Mei 2025 | Rp 1.888.000 | Rp 2.609.000 | 38,19% (untung) |
| 03 Maret 2025 | Rp 1.679.000 | Rp 2.609.000 | 55,39% (untung) |
| 01 Desember 2024 | Rp 1.514.000 | Rp 2.609.000 | 72,32% (untung) |
| 31 Agustus 2024 | Rp 1.401.000 | Rp 2.609.000 | 86,22% (untung) |
Data di atas menunjukkan bahwa investasi emas memerlukan durasi kepemilikan yang cukup lama untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan, terutama untuk menutupi biaya selisih harga beli dan jual.







