Tutup
Regulasi

Prediksi IHSG Tembus 10.000 di 2026: Optimisme Purbaya

529
×

Prediksi IHSG Tembus 10.000 di 2026: Optimisme Purbaya

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pasar modal Indonesia akan mencetak rekor baru. Ia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melampaui level psikologis 10.000 pada tahun 2026.

Keyakinan ini didasari oleh sinergi kebijakan ekonomi yang semakin baik dan fundamental ekonomi nasional yang kian kokoh.

Purbaya bahkan meyakini, kinerja IHSG seharusnya bisa lebih tinggi saat ini jika implementasi kebijakan sebelumnya berjalan sesuai rencana. Ia menambahkan, dengan koordinasi kebijakan yang lebih baik, potensi penguatan IHSG masih sangat besar.

“Oh iyalah (to the moon di 2026). Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000,” ujarnya, Rabu (31/12), menjawab pertanyaan tentang target IHSG. “Tapi kan sudah itu sedikit, ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat.”

Optimisme ini muncul setelah IHSG menutup perdagangan tahun 2025 dengan catatan positif. Pada penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), IHSG menguat tipis 2,68 poin atau 0,03 persen ke level 8.646,93.

Sepanjang sesi perdagangan tersebut, pergerakan saham cukup seimbang, dengan 346 saham menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham stagnan.

Capaian ini menjadi modal awal bagi pasar modal Indonesia memasuki tahun 2026.

Purbaya melihat kombinasi stabilitas makroekonomi, sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter, serta perbaikan iklim investasi sebagai pendorong utama penguatan IHSG.

Saat ditanya mengenai potensi IHSG menembus level 10.000 pada tahun depan, Purbaya menjawab dengan yakin, “10.000 tahun depan? Oh lebih lah,” tegasnya. “Lebih kalau tahun depan ya. Akhir tahun depan kan? Lebih (dari 10.000) pasti.”

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…