Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pasar modal Indonesia akan mencetak rekor baru. Ia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melampaui level psikologis 10.000 pada tahun 2026.
Keyakinan ini didasari oleh sinergi kebijakan ekonomi yang semakin baik dan fundamental ekonomi nasional yang kian kokoh.
Purbaya bahkan meyakini, kinerja IHSG seharusnya bisa lebih tinggi saat ini jika implementasi kebijakan sebelumnya berjalan sesuai rencana. Ia menambahkan, dengan koordinasi kebijakan yang lebih baik, potensi penguatan IHSG masih sangat besar.
“Oh iyalah (to the moon di 2026). Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000,” ujarnya, Rabu (31/12), menjawab pertanyaan tentang target IHSG. “Tapi kan sudah itu sedikit, ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat.”
Optimisme ini muncul setelah IHSG menutup perdagangan tahun 2025 dengan catatan positif. Pada penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), IHSG menguat tipis 2,68 poin atau 0,03 persen ke level 8.646,93.
Sepanjang sesi perdagangan tersebut, pergerakan saham cukup seimbang, dengan 346 saham menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham stagnan.
Capaian ini menjadi modal awal bagi pasar modal Indonesia memasuki tahun 2026.
Purbaya melihat kombinasi stabilitas makroekonomi, sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter, serta perbaikan iklim investasi sebagai pendorong utama penguatan IHSG.
Saat ditanya mengenai potensi IHSG menembus level 10.000 pada tahun depan, Purbaya menjawab dengan yakin, “10.000 tahun depan? Oh lebih lah,” tegasnya. “Lebih kalau tahun depan ya. Akhir tahun depan kan? Lebih (dari 10.000) pasti.”







