Tutup
Regulasi

IHSG 10.000 di 2026: Syarat Tercapai & Saham Pilihan!

257
×

IHSG 10.000 di 2026: Syarat Tercapai & Saham Pilihan!

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menembus level psikologis 10.000 pada akhir tahun 2026. Target ambisius ini dinilai realistis dengan mempertimbangkan kondisi pasar modal Indonesia saat ini.

Optimisme ini didorong oleh sejumlah faktor positif, termasuk rekor tertinggi baru IHSG di tahun 2025 dengan kapitalisasi pasar menembus Rp 16.000 triliun. Selain itu, pertumbuhan investor domestik yang konsisten, likuiditas pasar yang terjaga, dan ketahanan IHSG terhadap tekanan global menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia.

Pada awal tahun 2026, sentimen positif kembali menguat. IHSG pada penutupan perdagangan Jumat (2/1/2026) menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke level 8.748,13.

Namun, pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menekankan bahwa untuk mencapai level 10.000, penguatan indeks membutuhkan dukungan fundamental yang berkelanjutan, bukan hanya dorongan sentimen jangka pendek.

Pertumbuhan laba emiten, terutama saham-saham berkapitalisasi besar, dinilai menjadi penopang utama. Selain itu, potensi kembalinya arus dana asing seiring ekspektasi penurunan suku bunga global dapat mendorong aliran modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan adanya rotasi portofolio investor asing pada perdagangan hari ini. Aliran dana asing masuk deras ke saham sektor energi, pertambangan, dan logistik, sementara saham perbankan besar mengalami tekanan jual. Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) Rp 1,06 triliun di seluruh pasar.

Stabilitas makro ekonomi domestik, seperti inflasi terkendali, nilai tukar rupiah yang stabil, dan kebijakan fiskal yang kredibel, juga menjadi faktor penting menjaga kepercayaan investor. Peningkatan peran investor domestik dan keberlanjutan IPO berkualitas diyakini memperdalam pasar dan menopang kenaikan kapitalisasi.

Sektor energi dan sumber daya alam, perbankan, infrastruktur, serta media dan konsumsi diperkirakan akan menopang penguatan IHSG sepanjang 2026.

Hendra merekomendasikan beberapa saham yang menarik untuk dicermati, di antaranya PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Sentul City Tbk (BKSL).

Saham BUMI melonjak 14,75 persen di awal tahun 2026, didukung akumulasi asing yang besar. Sentimen positif terhadap BUMI juga didorong oleh stabilnya harga batu bara dan diversifikasi bisnis ke aset nonbatu bara.

SRTG dipandang menarik karena portofolio aset yang kuat di sektor energi, infrastruktur, dan ekonomi hijau. Sementara SCMA dinilai memiliki potensi dari rencana IPO Vidio. BKSL dipandang sebagai saham bernilai yang berpotensi pulih seiring membaiknya sentimen sektor properti.

Meskipun prospek pasar terlihat konstruktif, investor perlu mencermati sejumlah risiko, seperti ketidakpastian kebijakan suku bunga global, dinamika geopolitik, pergerakan nilai tukar rupiah, dan risiko spekulasi berlebihan.

Diversifikasi portofolio, memadukan saham berfundamental kuat dengan saham bertema siklikal, serta disiplin dalam manajemen risiko menjadi strategi yang disarankan.

*Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.*