Regulasi

IHSG 2026: Analis Optimis Tembus 10.500, Peluang Investasi?

354
×

IHSG 2026: Analis Optimis Tembus 10.500, Peluang Investasi?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Pasar saham Indonesia memulai tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan perdana, memicu harapan akan reli berkelanjutan sepanjang tahun dan berpotensi menembus level 10.500.

Pada pembukaan perdagangan Jumat (2/1), IHSG langsung melesat 37,130 poin atau 0,43 persen ke level 8.684,069.

Data RTI menunjukkan dominasi penguatan dengan 350 saham menguat, berbanding 104 saham melemah, dan 228 saham stagnan.

Hingga penutupan, IHSG kokoh di zona hijau dengan kenaikan 1,17 persen, berakhir di posisi 8.748,132.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, memproyeksikan IHSG berpotensi menembus level 10.500 pada tahun 2026.

Nafan juga menyoroti sektor-sektor yang diperkirakan akan menjadi motor penggerak pasar, seperti perbankan, energi, dan telekomunikasi.

Saham-saham seperti ADRO, ASSA, BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BNGA, BRMS, CUAN, ENRG, HRTA, IMPC, INCO, ISAT, JPFA, PGAS, PTRO, RATU, SIDO, SILO, TINS, TKIM, UNVR, dan WIFI disebut memiliki potensi kinerja yang menjanjikan.

Pengamat pasar modal, Desmond Wira, berpendapat bahwa penguatan IHSG di awal tahun didorong oleh faktor teknikal dan sentimen musiman, terutama efek *window dressing*.

Menurutnya, pergerakan indeks pada perdagangan awal 2026 masih dipengaruhi oleh aksi *window dressing* ini, dengan saham-saham di sektor pertambangan dan perkapalan sebagai penggerak utama.

Desmond menilai target IHSG di atas 10.000 pada tahun ini, seperti yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya, masih mungkin tercapai, meskipun sangat bergantung pada pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar.

“Tidak ada yang tidak mungkin di pasar saham,” ujarnya. “Selama ini IHSG digerakkan oleh saham-saham konglomerasi. Bisa saja saham-saham *blue chip* lain seperti perbankan yang tiba-tiba bergerak naik,” imbuhnya.

Ke depan, sektor konglomerasi dan berbasis komoditas diprediksi masih akan mendominasi pergerakan pasar.

“Kemungkinan masih saham-saham konglomerasi terutama *mining*, perkapalan, dan komoditas lainnya,” pungkas Desmond.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta.Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada awal Juni 2026. Investor perlu mencermati sejumlah saham berikut yang akan cum dividen mulai hari ini, Rabu 3 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026 ditutup di level 6.195,43 naik 1,11% atau 68,05 poin secara harian. Kenaikan ini merupakan awal yang positif karena pada Mei 2026, IHSG tertekan hingga turun tajam,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…