Tutup
EkonomiPariwisataPerbankanTransportasi

Menhub Andalkan Wisata Domestik Hadapi Penutupan Ruang Udara China

148
×

Menhub Andalkan Wisata Domestik Hadapi Penutupan Ruang Udara China

Sebarkan artikel ini
menhub-antisipasi-pariwisata-turun-imbas-china-tutup-ruang-udara
Menhub Antisipasi Pariwisata Turun Imbas China Tutup Ruang Udara

Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memprediksi kebijakan pemerintah China yang menutup sebagian wilayah udaranya selama 40 hari akan berdampak pada penurunan arus pariwisata internasional.

“kami berupaya menjaga agar masyarakat indonesia tetap bepergian, karena kami juga mengantisipasi terjadinya pengurangan arus wisata dari berbagai negara,” ujar Dudy dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).

Dudy menegaskan bahwa Indonesia menghormati kebijakan penutupan ruang udara tersebut. Menurutnya, setiap negara memiliki kedaulatan penuh, sehingga Indonesia tidak bisa mencampuri keputusan tersebut maupun melarang negara lain untuk mengurangi frekuensi penerbangan.

di tengah situasi ini, pemerintah kini fokus menjaga stabilitas harga tiket pesawat domestik agar tetap terkendali meski harga avtur dunia sedang melonjak. Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat di dalam negeri tetap terjaga.

Dudy berkaca pada pengalaman masa pandemi Covid-19, di mana pasar domestik menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Sebelumnya, pemerintah China secara mendadak mengumumkan penutupan sebagian wilayah udaranya selama 40 hari, terhitung sejak 27 Maret hingga 6 Mei mendatang. Wilayah yang ditutup mencakup area lepas pantai, termasuk sisi utara dan selatan Shanghai.

Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mencatat, area tersebut membentang dari Laut Kuning hingga Laut China Timur. Pengumuman ini dirilis tanpa penjelasan resmi dari Beijing.

Biasanya, penutupan wilayah udara oleh China dilakukan untuk kepentingan latihan militer dengan durasi singkat. Ketiadaan agenda militer yang diumumkan kali ini memicu spekulasi, terutama setelah aktivitas pesawat militer China di sekitar Taiwan dilaporkan berhenti secara tiba-tiba.Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy purwagandhi memprediksi kebijakan pemerintah China yang menutup sebagian wilayah udaranya selama 40 hari akan berdampak pada penurunan arus pariwisata internasional.

“Kami menjaga sedemikian rupa supaya masyarakat Indonesia tetap bepergian karena kami juga mengantisipasi terjadinya pengurangan arus wisata dari mana-mana,” ujar Dudy dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).Dudy menegaskan bahwa penutupan ruang udara merupakan hak kedaulatan masing-masing negara yang harus dihormati. Menurutnya, Indonesia tidak bisa mencampuri kebijakan tersebut maupun melarang negara lain untuk mengurangi frekuensi penerbangan.

Di tengah situasi ini, pemerintah fokus menjaga agar harga tiket pesawat domestik tetap terkendali meski harga avtur dunia sedang melonjak. Langkah ini diambil agar mobilitas masyarakat di dalam negeri tetap terjaga.

Dudy berkaca pada masa pandemi Covid-19, di mana pasar domestik menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Sebelumnya, pemerintah China secara mendadak mengumumkan penutupan sebagian wilayah udaranya selama 40 hari, terhitung sejak 27 Maret hingga 6 Mei mendatang. Wilayah yang ditutup mencakup area lepas pantai, termasuk sisi utara dan selatan Shanghai.

Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mencatat, area tersebut membentang dari Laut Kuning hingga Laut china Timur. Pengumuman ini dirilis tanpa penjelasan resmi dari Beijing.

Biasanya, penutupan wilayah udara oleh China dilakukan untuk kepentingan latihan militer, namun durasinya hanya berlangsung beberapa hari. Kali ini, ketiadaan agenda militer yang diumumkan memicu spekulasi, terutama setelah aktivitas pesawat militer China di sekitar Taiwan dilaporkan berhenti secara tiba-tiba.