Tutup
NewsPerbankanTeknologi

AI Baru Mengancam ATM dan Keamanan Bank

114
×

AI Baru Mengancam ATM dan Keamanan Bank

Sebarkan artikel ini
hati-hati-kalau-mau-ambil-uang-di-atm
Hati-hati kalau Mau Ambil Uang di ATM

Jakarta – Para ahli keamanan siber mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM). Peringatan ini muncul karena ada alat kecerdasan buatan (AI) yang disebut dipakai hacker untuk membobol sistem komputer bank dan menguras uang tunai dari ATM.

Bank of England bersiap menggelar pembicaraan genting dengan para kreditur terkemuka seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman siber yang ditimbulkan sistem AI terhadap sistem keuangan global.

Bank-bank di Inggris akan mendapat akses awal untuk menguji ketahanan siber mereka terhadap Claude mythos, bot AI canggih yang dikembangkan startup Silicon Valley, Anthropic.

Perusahaan teknologi itu sempat menggemparkan dunia keamanan siber bulan ini setelah mengklaim Claude Mythos secara otomatis menemukan celah keamanan yang belum dikenal di setiap sistem operasi dan peramban internet utama, beberapa di antaranya berusia hingga 27 tahun. Temuan itu dinilai berpotensi membuat semua perusahaan rentan terhadap jenis serangan siber baru yang bisa dilancarkan dengan kecepatan jauh lebih cepat dibanding hacker manusia.

Anthropic mengklaim alatnya sangat ampuh sehingga aksesnya dibatasi hanya untuk beberapa raksasa teknologi dan bank global, agar mereka mendapat kesempatan memperkuat keamanan siber.

Para ahli keamanan siber mengatakan bank sangat rentan karena dalam banyak kasus masih mengandalkan perangkat keras berusia puluhan tahun untuk menjalankan sebagian besar transaksi.

Salah satu sistem yang berisiko tinggi terhadap serangan siber adalah COBOL, bahasa pemrograman yang menjadi tulang punggung perbankan modern.

Perangkat lunak lama ini sudah beroperasi sejak 1960-an, tetapi tetap digunakan secara luas karena keandalannya yang telah terbukti dan keengganan bank mengganti atau memodernisasi sistem inti mereka yang memproses transaksi senilai triliunan pound setiap hari.

Saham perusahaan raksasa komputasi IBM mengalami penurunan satu hari terbesar dalam 25 tahun terakhir setelah anthropic mengumumkan alat AI baru dengan kemampuan COBOL. Perangkat lunak itu masih tertanam kuat dalam sistem mainframe milik raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut.

Para ahli keamanan siber juga mengatakan bug baru yang ditemukan Anthropic dalam COBOL dan sistem yang saling terkait tidak mudah diperbaiki karena perangkat lunak itu dikembangkan oleh spesialis yang sudah meninggal atau pensiun,sehingga pembaruan dan solusi sementara menjadi sulit.