Regulasi

PGEO Bagikan Dividen, Simak Jadwal Lengkap dan Besaran Nilainya

168
×

PGEO Bagikan Dividen, Simak Jadwal Lengkap dan Besaran Nilainya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) resmi menjadwalkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 kepada para pemegang saham. Keputusan ini diambil menyusul keberhasilan perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), investor yang berhak menerima dividen adalah pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham (*recording date*) pada 5 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Total dividen yang dibagikan mencapai US$123,9 juta, atau setara dengan US$49,4423 per saham, sebagaimana ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 21 April 2026.

Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen PGEO:

* Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 30 April 2026
* Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 4 Mei 2026
* Cum dividen pasar tunai: 5 Mei 2026
* Ex dividen pasar tunai: 6 Mei 2026
* Recording date: 5 Mei 2026
* Pembayaran dividen: 22 Mei 2026

Pembagian dividen ini didorong oleh pencapaian kinerja keuangan yang positif. Sepanjang tahun 2025, PGEO membukukan pendapatan sebesar US$432,73 juta, meningkat 6,29% secara tahunan (*year-on-year*) dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar US$407,12 juta.

Direktur Keuangan PGEO, Yurizki Rio, menyatakan bahwa pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan fundamental keuangan perseroan yang kuat. Capaian tersebut juga didukung oleh kinerja operasional yang mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah (*all-time high*) dengan kenaikan sebesar 5,6% pada 2025.

Secara keseluruhan, PGEO mencatatkan laba bersih sebesar US$137,67 juta atau sekitar Rp2,34 triliun sepanjang 2025. Selain itu, perseroan melaporkan total aset senilai US$3,03 miliar dengan posisi kas dan setara kas mencapai US$718,50 juta pada akhir tahun lalu.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tekanan di pasar keuangan domestik masih membayangi kinerja industri reksadana. Di tengah pelemahan pasar saham dan meningkatnya volatilitas nilai tukar rupiah, manajer investasi memilih memperkuat kualitas portofolio melalui seleksi emiten berbasis fundamental guna menjaga kinerja reksadana saham hingga kuartal III 2026. Baca Juga: Rupiah Masih Rentan, Berisiko Tembus Rp 19.000 per Dolar AS di Akhir Juni 2026 Berdasarkan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Pasar keuangan domestik saat ini masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Di pasar saham, misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot sekitar 35,3% sejak awal tahun 2026 ke level 5.594,76. Tekanan juga terjadi di pasar keuangan secara lebih luas seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS. Dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, investor tampaknya…