WASHINGTON – Komite Perbankan Senat Amerika Serikat resmi menyetujui kelanjutan nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve (The Fed) dalam pemungutan suara yang digelar pada Rabu (29/4/2026).
Keputusan ini diambil setelah seluruh 13 anggota dari Partai Republik memberikan suara dukungan, sementara 11 anggota Partai Demokrat menolak pencalonan tersebut. Hasil ini menandai pemungutan suara yang sangat partisan dalam sejarah komite perbankan untuk posisi pimpinan bank sentral.
Senator Elizabeth Warren, anggota senior dari Partai Demokrat, melontarkan kritik keras sebelum pemungutan suara berlangsung. Ia memperingatkan bahwa penetapan Warsh berisiko menggerus independensi bank sentral dari pengaruh eksekutif.
Menurut Warren, kondisi ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Trump saat ini sedang menghadapi tantangan serius, mulai dari lonjakan inflasi hingga pelemahan sektor ketenagakerjaan. Ia menduga Presiden Trump berupaya mengendalikan The Fed demi mendongkrak perekonomian secara artifisial melalui penunjukan Warsh.
Lolosnya nominasi Warsh di tingkat komite terjadi hanya beberapa jam sebelum The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya. Kebijakan ini diperkirakan menjadi salah satu keputusan terakhir di bawah era kepemimpinan Jerome Powell.
Saat ini, The Fed cenderung mempertahankan pendekatan *wait-and-see*. Inflasi yang masih tinggi serta tekanan harga akibat konflik dengan Iran menjadi faktor utama yang membatasi ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga lebih lanjut.
Ketegangan antara Trump dan Powell sendiri telah berlangsung lama, terutama terkait kebijakan suku bunga yang dianggap presiden tidak cukup agresif. Bahkan, Departemen Kehakiman (DOJ) sempat meluncurkan penyelidikan pidana terhadap Powell terkait biaya renovasi kantor pusat The Fed, yang oleh Powell dianggap sebagai upaya politisasi kebijakan moneter.
Meski sempat memicu ancaman blokade dari Senator Thom Tillis, penyelidikan DOJ tersebut akhirnya dihentikan setelah hakim federal menolak penerbitan *subpoena* dewan juri. Penghentian ini membuka jalan bagi mulusnya proses nominasi Warsh.
Walaupun Warren tetap menuding adanya motif politik di balik penghentian penyelidikan tersebut, Tillis membantah keras klaim tersebut dan meyakini bahwa polemik hukum terkait The Fed telah berakhir.
Selanjutnya, Senat AS dijadwalkan melakukan pemungutan suara penuh untuk mengonfirmasi posisi Warsh pada pekan 11 Mei mendatang. Jika disetujui, Warsh diprediksi akan resmi menjabat sebelum masa jabatan Powell berakhir pada 15 Mei 2026.







