Tutup
InvestasiTeknologi

Pintu Edukasi Mensa Indonesia tentang Tokenisasi Aset

104
×

Pintu Edukasi Mensa Indonesia tentang Tokenisasi Aset

Sebarkan artikel ini
intip-strategi-baru-dari-pakar-aset-kripto-dan-blockchain-ini
Intip Strategi Baru dari Pakar Aset Kripto dan Blockchain Ini

Jakarta – Tokenisasi aset mulai mengubah cara pasar melihat investasi digital, karena aset seperti saham, komoditas, hingga instrumen keuangan lain kini berpeluang diperdagangkan secara fraksional dan lintas negara. Skema ini dinilai membuka akses yang lebih luas sekaligus memperbesar likuiditas dibandingkan aset konvensional.

Perkembangan tersebut ikut ditopang oleh meluasnya adopsi blockchain dan kripto di berbagai negara. TRM Labs mencatat, aktivitas ritel aset kripto global pada kuartal I 2026 mencapai US$79 miliar atau setara sekitar Rp1.376 triliun.

Tren serupa juga terlihat di indonesia. Laporan State of Mobile 2025 dari Sensor Tower menempatkan Indonesia sebagai negara dengan lonjakan sesi aplikasi aset kripto tertinggi kedua di dunia, tumbuh 54 persen secara tahunan.

Di tengah momentum itu, platform investasi aset kripto Pintu berkolaborasi dengan Mensa Indonesia dalam sesi edukasi bertajuk The Future of Blockchain and Cryptocurrency.Forum ini membahas arah industri, peluang teknologi blockchain, serta pemanfaatan aset digital yang kian berkembang.

Blockchain and crypto specialist Pintu, Ari Budi Santosa, menegaskan bahwa aset kripto tak lagi tepat dipandang semata sebagai instrumen trading. Ia menyebut kripto pada dasarnya merupakan teknologi berbasis blockchain yang memungkinkan kepemilikan dan transfer nilai berlangsung lebih transparan dan efisien.

Ari juga menyoroti tokenisasi aset sebagai salah satu terobosan yang paling relevan saat ini. Melalui konsep itu, aset dunia nyata seperti emas, saham, dan instrumen keuangan lain dapat diubah menjadi token digital dan diperdagangkan secara global.

“Ini memberi kesempatan yang lebih inklusif bagi masyarakat untuk berinvestasi di berbagai aset. kami ingin masyarakat tidak hanya melihat peluang, tetapi juga memahami risikonya secara utuh agar bisa mengambil keputusan investasi yang bijak,” ujar Ari, Senin, 4 Mei 2026.

Mensa Indonesia sendiri dikenal sebagai komunitas intelektual global yang menghimpun individu dengan intelligence quotient atau IQ tinggi. Organisasi ini fokus mengembangkan kapasitas intelektual anggotanya dan masyarakat melalui pertukaran gagasan, berbagi pengetahuan, serta kolaborasi dengan pihak yang memiliki tujuan serupa.

Dalam sesi tersebut, Pintu memaparkan sejumlah materi, mulai dari dasar teknologi blockchain, perkembangan ekosistem kripto, potensi tokenisasi aset, hingga strategi investasi yang dinilai relevan di tengah perubahan industri.

chairman of Mensa Indonesia,Satriadi Gunawan,menyambut positif paparan itu. menurut dia, materi yang disampaikan memberi sudut pandang baru bagi para anggota.

“Ini perspektif baru bagi anggota kami. Aset kripto tidak hanya sekadar trading, tetapi juga mencakup teknologi blockchain dengan potensi besar ke depannya,” kata satriadi.