Tutup
EnergiNewsTransportasi

Pertamina Atur Distribusi BBM Palangka Raya Saat Antrean Memanjang

102
×

Pertamina Atur Distribusi BBM Palangka Raya Saat Antrean Memanjang

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dipastikan bukan akibat kelangkaan BBM.PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan pasokan Pertalite dan Pertamax masih aman dan distribusi ke SPBU tetap berjalan normal.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina patra Niaga regional Kalimantan, Edi Mangun, menyebut penumpukan kendaraan terjadi karena lonjakan konsumsi masyarakat dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Kondisi antrean yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan, melainkan peningkatan aktivitas konsumsi dalam waktu bersamaan,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut dia, tingginya jumlah kendaraan dan kebutuhan pengisian di beberapa titik membuat pengelolaan stok harus dilakukan lebih ketat.

Proses distribusi dari Fuel Terminal Pulang Pisau ke SPBU di Palangka Raya dan wilayah sekitarnya juga dilakukan secara berkala agar pasokan tetap merata dan tidak menumpuk di lokasi tertentu ketika permintaan meningkat.

Edi menjelaskan, setiap SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi akan segera mendapat penyesuaian pengiriman sesuai kebutuhan.

Ia menegaskan langkah tersebut ditempuh agar penyaluran tetap lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terlayani.

“Untuk SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi, Pertamina segera melakukan pengiriman dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing SPBU, sehingga penyaluran tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” kata Edi.

Selain menjaga suplai, Pertamina juga memperketat pemantauan distribusi dan berkoordinasi dengan Pemerintah kota Palangka Raya, Dinas Perhubungan, serta kepolisian setempat. Koordinasi ini dilakukan untuk membantu pengaturan antrean di lapangan agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Pertamina turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak membeli BBM secara berlebihan. Warga diminta mengisi bahan bakar sesuai kebutuhan serta mengikuti ketentuan yang berlaku supaya distribusi berlangsung lebih lancar dan merata.

“Jika masyarakat membutuhkan informasi atau menemukan kendala pelayanan, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135,” ujar Edi.