Tutup
EkonomiInvestasiPerbankan

Purbaya Jaga Rupiah Lewat Stabilitas Surat Utang

86
×

Purbaya Jaga Rupiah Lewat Stabilitas Surat Utang

Sebarkan artikel ini
purbaya-akui-jaga-rupiah-lewat-surat-utang-butuh-waktu
Purbaya Akui Jaga Rupiah Lewat Surat Utang Butuh Waktu

Jakarta – Menteri Keuangan purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak punya jalan pintas untuk membantu Bank Indonesia menjaga rupiah tetap stabil. Menurut dia, langkah yang diambil saat ini justru dimulai dari penguatan pasar obligasi negara agar tekanan terhadap mata uang domestik tidak semakin besar.purbaya mengatakan pemerintah tidak masuk langsung ke pasar valuta asing. Fokus utama, kata dia, adalah memastikan pasar surat berharga negara atau bond market tetap tenang sehingga bisa menopang stabilitas keuangan.

“Itu perlu waktu. Kita tidak masuk langsung ke pasar dolar, tetapi menjaga stabilitas bond market,” ujar Purbaya seusai menghadiri seremoni penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5).

Ia menyebut dukungan dari Kementerian Keuangan akan diberikan bertahap. “Kita bantu sedikit-sedikit nanti,” katanya.

Purbaya menilai kondisi pasar surat utang mulai menunjukkan perbaikan. Salah satu indikasinya, investor asing disebut kembali masuk ke pasar SBN domestik.

“Asing juga masuk. Ini kayaknya bond-nya sudah mulai stabil lagi. Ke depan kita lihat seperti apa, tapi yang jelas sekarang kami terus memantau pasar bond,” ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya sempat menyampaikan pemerintah menyiapkan dukungan untuk BI melalui skema buyback SBN di pasar sekunder. Namun, ia belum memerinci mekanisme teknisnya. Ia hanya memastikan telah memberi arahan kepada jajaran Direktorat Jenderal pengelolaan Pembiayaan dan Risiko untuk menyiapkan langkah stabilisasi pasar obligasi.

“Nanti saya sudah perintahkan mereka. Tapi untuk tindakannya, saya lihat dulu hasilnya seperti apa,” tuturnya.

Ia juga membuka kemungkinan langkah itu berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. “Ini akan berlanjut ke depan. Mungkin beberapa bulan ke depan berjalan seperti ini,” kata Purbaya.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya mengungkapkan isi pertemuannya dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Keduanya, kata dia, membahas upaya memperkuat penerimaan negara dari sektor energi dan pertambangan.“Pak Bahlil ngomong untuk memperkuat pendapatan lebih lanjut dari sektor migas, termasuk pertambangan,” ujarnya.

Terkait rupiah yang sempat melemah hingga Rp17.500 per dolar AS, Purbaya menilai situasi itu belum mengganggu asumsi subsidi energi. Ia menyebut pemerintah sudah memasukkan skenario berat ke dalam perhitungan fiskal, termasuk harga minyak mentah hingga US$120 per barel dan kurs rupiah di level saat ini.

“Kalau rupiah dampaknya apa? Waktu kita hitung kemarin 120 per barrel, rupiahnya dekat-dekat situ, jadi tidak ada masalah. Saya tidak harus hitung ulang,” ucapnya.