Tutup
Regulasi

Prediksi IHSG Jumat 29 Mei: Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

76
×

Prediksi IHSG Jumat 29 Mei: Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,23% ke level 6.130,19 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Koreksi ini dipicu oleh aksi ambil untung (*profit taking*) investor menjelang libur panjang serta adanya *rebalancing* indeks MSCI.

Tekanan terhadap indeks diperparah oleh sentimen global, terutama memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat di Iran selatan. Kondisi ini membayangi pasar meski terdapat harapan terkait proses perdamaian di kawasan tersebut.

Secara sektoral, pelemahan terdalam dialami oleh sektor industri. Di sisi lain, sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang mampu bertahan dengan mencatatkan penguatan tipis.

Analisis teknikal menunjukkan IHSG mulai memperlihatkan tanda-tanda perbaikan terbatas. Indikator Stochastic RSI menunjukkan potensi pembalikan arah (*reversal*), sementara histogram MACD yang negatif mulai menyempit. IHSG diproyeksikan bergerak di rentang 6.000 hingga 6.200 dalam waktu dekat.

Selain sentimen geopolitik, depresiasi nilai tukar rupiah menjadi faktor krusial yang menekan pergerakan IHSG. Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, dinamika global, serta periode repatriasi dividen oleh investor asing. Jika pelemahan mata uang domestik berlanjut secara agresif, aksi jual bersih (*net sell*) oleh investor asing diperkirakan akan meningkat.

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar diprediksi menjadi penekan utama indeks karena bobotnya yang dominan. Meski demikian, fundamental perbankan domestik dinilai tetap solid dengan permodalan dan margin bunga bersih yang terjaga kuat.

Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih instrumen investasi dengan tetap mengedepankan manajemen risiko. Fokus utama disarankan tertuju pada saham berbasis ekspor, sektor energi, serta saham defensif yang tidak bergantung pada bahan baku impor.

Pengamat pasar modal memproyeksikan pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat (29/5/2026) masih akan berada dalam rentang terbatas. Indeks diperkirakan bergerak dengan *support* di kisaran 5.950-6.000 dan *resistance* pada area 6.200-6.286. Pasar kini terus mencermati perkembangan nilai tukar rupiah, arus dana asing, serta dinamika geopolitik global.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama Wall Street bergerak melemah dari level rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (28/5/2026), seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang meredam harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Investor juga mencermati data inflasi terbaru Amerika Serikat. Teheran dilaporkan menargetkan pangkalan militer AS pada Kamis setelah Washington melancarkan serangan baru. Langkah…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memutuskan untuk absen membagikan dividen dari buku tahun 2025. Hal itu telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2025 yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham memutuskan bahwa sebesar Rp 5 miliar dari laba bersih digunakan sebagai cadangan untuk memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Emiten milik konglomerat Hermanto Tanoko, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembelian aset tanah dan bangunan senilai Rp 60,34 miliar dari PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE). Corporate Secretary CLEO, Lukas Setio Wongso menjelaskan, transaksi tersebut dilakukan karena aset yang dibeli selama ini telah digunakan perusahaan melalui skema sewa. Aset tersebut juga menjadi salah satu…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Masa penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel Sukuk Tabungan seri ST016 tinggal menyisakan enam hari sebelum ditutup pada Rabu (3/6/2026). Tingginya minat investor terlihat dari penyerapan kuota nasional yang telah mendekati penuh, terutama untuk tenor pendek. Berdasarkan data mitra distribusi, Bareksa per Kamis (28/5), penjualan ST016-T2 telah mencapai 92,59% dari kuota nasional. Sementara itu, ST016-T4 telah…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk semakin memperhatikan struktur pendanaan setelah kenaikan suku bunga acuan (BI Rate). Naiknya suku bunga diproyeksi akan menurunkan minat CIMB Niaga untuk mencari pendanaan wholesale lewat surat utang alias obligasi. Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan mengatakan, penerbitan surat utang ke depannya akan sangat bergantung dari seberapa besar pengaruh kenaikan suku bunga terhadap biaya dana…