Tutup
Regulasi

IPO Chip AI Incar Rp89,39 Triliun, Pasar Saham China Justru Khawatir

71
×

IPO Chip AI Incar Rp89,39 Triliun, Pasar Saham China Justru Khawatir

Sebarkan artikel ini

SHANGHAI – Rencana penawaran umum perdana (IPO) ChangXin Memory Technologies Ltd. (CXMT) di bursa China memicu reaksi beragam di kalangan investor. Di satu sisi, langkah perusahaan chip asal China ini dinilai sebagai momentum strategis di tengah lonjakan permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI), namun di sisi lain, besarnya nilai emisi tersebut justru menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya koreksi pasar.

Bursa Efek Shanghai telah memberikan lampu hijau bagi CXMT untuk melantai di bursa. Perusahaan diprediksi mampu meraup dana segar lebih dari USD 5 miliar atau sekitar Rp 89,39 triliun, termasuk opsi penjatahan berlebih.

Aksi korporasi ini terjadi ketika industri chip memori global sedang menikmati reli harga yang signifikan. Fenomena AI telah mendongkrak valuasi raksasa semikonduktor dunia seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology hingga menyentuh nilai pasar triliunan dolar AS.

Meski demikian, para pelaku pasar merasa cemas. Banyak investor teringat pada pola historis di mana IPO jumbo di China sering kali menjadi sinyal puncak dari sebuah siklus reli pasar (bullish).

Manajer Dana di Shenzhen Longteng Assets Management Co, Wu Xianfeng, membandingkan IPO CXMT dengan debut saham PetroChina pada tahun 2007. Menurutnya, keduanya memiliki kemiripan, yakni penawaran saham besar yang dilakukan saat pasar saham domestik sedang berada dalam fase pemulihan yang signifikan.

Data dari China Merchants Securities memperkuat kekhawatiran tersebut. Studi mereka menunjukkan bahwa saham-saham di China cenderung naik rata-rata 2,4 persen sebelum IPO besar, namun sering kali terkoreksi rata-rata 0,8 persen pada pekan pertama setelah pencatatan saham.

Pola ini tercermin dari sejarah IPO besar di China sebelumnya. PetroChina, Guotai Haitong Securities, China Mobile, hingga Cnooc tercatat melakukan debut tidak lama setelah pasar mencapai titik tertingginya, yang kemudian diikuti oleh tren pelemahan pasar yang berkepanjangan.

Selain itu, Bloomberg Intelligence menilai CXMT seharusnya dikategorikan sebagai produsen DRAM komoditas siklikal, bukan produsen memori bandwidth tinggi seperti SK Hynix. Komposisi penjualannya dinilai lebih mirip dengan spesialis DRAM Nanya Technology.

Dari sisi teknis, penyerapan likuiditas yang besar untuk mendukung IPO ini dikhawatirkan dapat memperketat kondisi keuangan dan menekan kinerja pasar secara keseluruhan.

Walau ada kekhawatiran mengenai potensi pembalikan arah pasar, para analis tetap bersikap hati-hati. Terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa pasar telah mencapai puncak, karena pergerakan jangka panjang masih akan sangat bergantung pada fundamental industri semikonduktor itu sendiri.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja emiten Danantara diproyeksikan masih cukup kuat di tengah lesunya pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penurunan 29,11% sejak awal tahun alias year to date (YTD). Sejumlah indeks juga mengikuti penurunan ini, termasuk IDXBUMN20. Namun, penurunan indeks beranggotakan emiten pelat merah ini masih lebih baik dari IHSG, yaitu turun 11,73% YTD. Kepala Riset Praus Capital Marolop…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,25% mulai Mei 2026 dikhawatirkan turut mengerek bunga cicilan kredit kendaraan bermotor (KKB). Menjawab kekhawatiran tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan kenaikan bunga KKB tidak akan terjadi tiba-tiba. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn mengatakan, kenaikan BI Rate tidak serta-merta akan membuat bunga KKB banknya ikut naik….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street turun dari rekor tertinggi di awal perdagangan hari ini karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meredam harapan akan kesepakatan damai yang akan segera terjadi, sementara investor mencerna data inflasi utama. Kamis (28/5/2026) pukul 21.15 WIB, indeks Dow Jones Industrial Average turun 110,97 poin atau 0,22% menjadi 50.533,31, indeks S&P 500 menguat tipis 1,71 poin, atau 0,02% ke…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama Wall Street bergerak melemah dari level rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (28/5/2026), seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang meredam harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Investor juga mencermati data inflasi terbaru Amerika Serikat. Teheran dilaporkan menargetkan pangkalan militer AS pada Kamis setelah Washington melancarkan serangan baru. Langkah…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (26/5/2026), seiring meningkatnya tekanan eksternal dan aksi ambil untung menjelang libur panjang. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG turun 1,23% ke level 6.130,19 setelah sempat menguat pada awal sesi. Pelemahan ini dipicu oleh aksi profit taking serta rebalancing indeks MSCI. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis…