JAKARTA — PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat adanya pergerakan signifikan pada kepemilikan saham di atas 5% oleh sejumlah investor dan korporasi pada beberapa emiten per Senin (25/5/2026). Perubahan tersebut mencakup aksi beli maupun jual saham di pasar modal.
Beberapa emiten yang mengalami perubahan komposisi pemegang saham di antaranya adalah PT ABM Investama Tbk. (ABMM), PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI), PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG), PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), serta PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA).
Investor kawakan Lo Kheng Hong terpantau kembali menambah porsi kepemilikannya di saham emiten batu bara, ABMM. Berdasarkan data KSEI, ia memborong 40.000 lembar saham sehingga kepemilikannya naik menjadi 155,42 juta lembar atau 5,65%, dari sebelumnya 5,64%.
Aksi serupa juga dilakukan Lo Kheng Hong pada saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP). Ia membeli 1,1 juta lembar saham, yang menjadikan total kepemilikannya di emiten tersebut mencapai 795,04 juta lembar atau setara 5,13%.
Pada emiten sektor peternakan, PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF), investor perorangan Dimas Wibowo kini tercatat memegang saham di atas 5%. Per 25 Mei 2026, kepemilikannya mencapai 409,92 juta lembar atau 5,05%, meningkat dari posisi akhir April 2026 yang sebesar 4,08%.
Sementara itu, perusahaan ventura milik keluarga Bakrie, Bakrie Capital Indonesia, terus memperkuat posisinya di PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI). Bakrie Capital menambah kepemilikan sebanyak 212,86 juta lembar, sehingga total porsi saham yang dikuasai mencapai 4,5 miliar lembar atau 7,06%.
Di emiten sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG), Triputra Investindo Arya tercatat memborong 3,34 juta lembar saham. Transaksi ini membuat kepemilikan mereka di perusahaan milik TP Rachmat tersebut naik menjadi 3,009 miliar lembar atau setara 28,39%.
Adapun di sektor perbankan, investor global A5-DB Holdings Pte. Ltd. menambah kepemilikannya di PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA). Mereka membeli 64,02 juta lembar saham, sehingga total porsi kepemilikan meningkat dari 15,95% menjadi 16,14%.
***
*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Pihak redaksi tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.*







