Tutup
Regulasi

Rupiah Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS Akibat Tekanan Pasar Domestik

95
×

Rupiah Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS Akibat Tekanan Pasar Domestik

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga akhir pekan ini. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda di pasar spot ditutup melemah 0,20% ke level Rp 17.881 per dolar AS.

Dalam periode sepekan terakhir, rupiah tercatat melemah 0,91% dibandingkan posisi Jumat (22/5) yang berada di angka Rp 17.717 per dolar AS. Tren pelemahan serupa juga tercatat pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, di mana rupiah terkoreksi 0,52% ke level Rp 17.883 per dolar AS.

Analis mata uang menilai, pergerakan rupiah yang lesu dipicu oleh kombinasi sentimen domestik dan global. Dari sisi domestik, pasar merespons kekhawatiran terkait defisit anggaran serta prospek pengeluaran negara yang ketat. Kondisi ini sempat menjadi sorotan lembaga pemeringkat kredit internasional seperti S&P Global, Moody’s, dan Fitch Ratings.

Selain itu, tekanan terhadap rupiah diperburuk oleh kenaikan harga minyak global yang meningkatkan biaya impor energi. Hal ini memicu lonjakan permintaan dolar AS yang berdampak pada penyempitan surplus neraca perdagangan, di tengah melambatnya kinerja ekspor nasional.

“Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan tekanan di pasar saham dan obligasi. Sentimen MSCI, kekhawatiran defisit fiskal, hingga kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) turut membebani mata uang kita,” ujar seorang analis pasar.

Dari sisi eksternal, kebijakan moneter Amerika Serikat masih menjadi faktor dominan. Data inflasi *Personal Consumption Expenditure* (PCE) yang berada di angka 3,8% memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini memicu arus modal keluar (*capital outflow*) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sementara itu, data ekonomi AS lainnya menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di level 1,6%, lebih rendah dari perkiraan awal sebesar 2%. Selain itu, jumlah klaim pengangguran awal AS juga tercatat meningkat menjadi 215.000, melampaui estimasi pasar sebesar 211.000.

Menatap pekan depan, pelaku pasar kini menanti sejumlah rilis data ekonomi krusial, mulai dari data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, hingga laporan *Non-Farm Payroll* (NFP) dan data ISM dari AS. Investor juga akan mencermati penerapan Peraturan Pemerintah (PP) terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) serta perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Terkait proyeksi sepekan ke depan, para analis memprediksi rupiah masih akan bergerak fluktuatif di rentang Rp 17.700 hingga Rp 18.200 per dolar AS.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas dunia mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir. Meski begitu, investor ritel masih mempertanyakan apakah investasi emas, khususnya emas batangan, tetap menarik di tengah lebar spread harga jual dan buyback. Melansir Trading Economics pukul 17.59 WIB, harga emas spot naik 0,96% secara harian menjadi US$ 4.538 per ons troi. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas masih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI bergerak di bawah US$ 100 per barel seiring dengan laporan yang menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) – Iran menyepakati memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Mengutip Trading Economics Jumat (29/5/2026) pukul 11.07 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 88,02 per barel, menurun 8,78% dalam sepekan. Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwy Assegaf mengatakan, harga minyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Rupiah spot masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pagi. Pukul 09.12 WIB, rupiah spot ada di level Rp 17.859 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,07% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.846 per dolar AS. Di Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,51%, disusul rupiah yang melemah 0,07%, dolar Singapura melemah 0,05%, Yen Jepang…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Periode penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri Sukuk Tabungan 016 (ST016) akan berakhir awal Juni 2026. Jelang berakhirnya penawaran, target penjualan ST016 hampir terpenuhi. Simak cara investasi sukuk ST016 sebelum kehabisan kuota. Masa penawaran sukuk ST016 akan berakhir pada Rabu (3/6/2026). Tingginya minat investor terlihat dari penyerapan kuota nasional yang telah mendekati penuh, terutama untuk…