Tutup
Regulasi

Strategi Cerdas Investasi Emas Fisik dan Digital untuk Pemula

92
×

Strategi Cerdas Investasi Emas Fisik dan Digital untuk Pemula

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Investor ritel diminta lebih selektif dalam menyusun strategi investasi emas di tengah kondisi harga yang mulai *rebound* namun masih dibayangi lebar selisih harga jual dan *buyback*.

Harga emas dunia sempat mengalami tekanan selama sebulan terakhir. Berdasarkan data *Bloomberg* per Jumat (29/5/2026), harga emas spot ditutup menguat 1% ke level US$ 4.540,26 per ons troi. Meski demikian, secara akumulatif dalam satu bulan terakhir, harga emas masih terkoreksi sebesar 1,68%.

Ekonom Yusuf Rendy Manilet menilai, investor perlu mempertegas tujuan investasinya, apakah untuk mencari keuntungan jangka pendek atau instrumen penyimpan nilai jangka panjang. Ia menegaskan bahwa emas batangan fisik kurang ideal untuk *trading* jangka pendek akibat besarnya *spread* harga.

Sebagai gambaran, harga emas Antam pada Minggu (30/5/2026) berada di angka Rp 2.799.000 per gram, sementara harga *buyback* hanya Rp 2.609.000 per gram. Selisih harga yang mencapai Rp 190.000 ini membuat investor berisiko merugi jika menjual emas dalam waktu singkat, sekalipun harga emas global sedang naik.

Untuk memitigasi risiko tersebut, investor disarankan menerapkan strategi *dollar cost averaging* (DCA) atau pembelian secara rutin dan bertahap. Metode ini dinilai efektif untuk menjaga rata-rata harga perolehan di tengah volatilitas pasar, sekaligus mengurangi ketergantungan investor pada momentum jangka pendek.

Bukti efektivitas investasi jangka panjang terlihat dari kenaikan harga emas. Investor yang melakukan pembelian pada Mei 2025 di kisaran harga Rp 1,9 juta per gram, kini tercatat menikmati keuntungan sekitar 35% berdasarkan harga *buyback* saat ini.

Selain emas fisik, Yusuf menyoroti potensi emas digital yang kini menjadi opsi menarik bagi generasi muda. Instrumen ini menawarkan *spread* yang lebih rendah, yakni di kisaran 2%–3%, serta aksesibilitas yang jauh lebih fleksibel dengan nominal pembelian mulai dari Rp 10.000.

Kendati demikian, investor wajib memastikan platform investasi digital telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan memiliki kustodian yang kredibel.

Menurut Yusuf, emas fisik dan emas digital idealnya diposisikan sebagai instrumen yang saling melengkapi. Investor dapat memanfaatkan emas digital untuk akumulasi rutin, sementara emas fisik tetap relevan disimpan untuk kebutuhan jangka panjang maupun sebagai aset lindung nilai terhadap risiko sistemik karena sifatnya yang bisa dipegang langsung oleh pemiliknya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Perjalanan investasi masing-masing pribadi tentu unik dan berbeda, tergantung dengan kesempatan yang datang dalam hidup mereka. Kesempatan belajar berinvestasi yang dimiliki Direktur PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) Sunyoto Bambang Kusumo membuatnya menjadi investor yang tetap mampu memanfaatkan peluang di tengah volatilitas pasar saham domestik saat ini. Literasi keuangan dan investasi sudah dia dapatkan sejak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Investor diproyeksi akan mengalihkan fokus ke pembaruan pasar tenaga kerja yang penting pekan depan saat mereka mempertimbangkan apakah inflasi yang memanas dan potensi kenaikan suku bunga dapat menggagalkan reli di pasar saham AS. Hasil Broadcom juga menjadi ujian bagi perdagangan AI di minggu mendatang. Mengutip Reuters, Sabtu (30/5/2026), pekan ini, indeks ekuitas AS melanjutkan kenaikannya, dengan indeks acuan S&P…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,05% di level 6.127,38 pada Jumat (29/5/2026). Dalam sepekan, IHSG tercatat melemah 0,56%. Analis memperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi pada pekan depan. Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG masih berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan pekan depan dengan level support di 6.071 dan resistance di 6.262. “Untuk sepekan ke…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) ke dalam kategori saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (high shareholding concentration). “Berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham berbentuk warkat dan tanpa warkat per 25 Mei 2026, saham TCPI dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai…