Regulasi

Pendapatan Hartadinata Abadi Melonjak 196,96 Persen di Tahun 2023

126
×

Pendapatan Hartadinata Abadi Melonjak 196,96 Persen di Tahun 2023

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kinerja PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melonjak tajam pada awal tahun 2026. Emiten perhiasan dan emas batangan ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp20,16 triliun pada kuartal I-2026, meroket 196,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,78 triliun.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bersih perseroan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 189,48 persen, yakni menjadi Rp433,49 miliar dari sebelumnya Rp149,75 miliar.

Direktur Utama Hartadinata, Sandra Sunanto, menyatakan bahwa capaian impresif di awal tahun ini membuktikan efektivitas strategi bisnis perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

“Pertumbuhan positif ini didorong oleh peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 75,18 persen secara tahunan menjadi 7,83 ton. Selain itu, harga jual rata-rata juga naik 71,01 persen menjadi Rp2.567.213 per gram,” ujar Sandra dalam Virtual Public Expose, Rabu (3/6/2026).

Secara operasional, segmen grosir masih menjadi tulang punggung perusahaan dengan kontribusi mencapai 90,6 persen terhadap total pendapatan. Segmen ini mencakup layanan kepada institusi keuangan *bullion bank* dan sejumlah perbankan syariah. Sementara itu, segmen ritel menyumbang 9,13 persen dan segmen gadai berkontribusi 0,26 persen.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2025, HRTA juga mencatatkan kinerja rekor tertinggi sepanjang masa. Direktur Keuangan HRTA, Ong Deny, mengungkapkan bahwa pendapatan perusahaan pada 2025 mencapai Rp44,55 triliun, tumbuh 144,39 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp18,23 triliun.

Laba bersih tahun 2025 pun melonjak 121,29 persen menjadi Rp978,49 miliar, dari sebelumnya Rp442,18 miliar di tahun 2024.

Atas pencapaian tersebut, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp40 per lembar saham untuk tahun buku 2025. Dividen ini memberikan imbal hasil (*yield*) sekitar 1,8 persen berdasarkan harga saham Rp2.300 per lembar.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah tekanan pasar modal yang masih dibayangi ketidakpastian global, PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) justru memperkuat posisinya sebagai salah satu manajer investasi nasional dengan pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga. Hingga 31 Mei 2026, Henan Asset mengelola dana kelolaan (asset under management/AUM) lebih dari Rp 13 triliun dengan basis investor yang telah melampaui 110.000 nasabah. Dana…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Prospek investasi di sektor hilirisasi mineral diproyeksikan masih terus melaju kencang dalam beberapa tahun ke depan. Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) memperkirakan komoditas nikel masih menjadi primadona utama yang mendatangkan modal jumbo, seiring dengan adanya komitmen ekspansi dan pengembangan kapasitas fasilitas pengolahan di dalam negeri yang terus berjalan. Ketua FINI, Arif Perdana Kusumah mengungkapkan bahwa…