JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis rumor pasar mengenai potensi penurunan peringkat kredit (*downgrade*) Indonesia oleh S&P Global Ratings. Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional saat ini tetap terjaga dengan baik dan solid.
Purbaya menyampaikan hal tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6), jelang pertemuannya dengan perwakilan S&P pada malam hari yang sama. Menurutnya, isu *downgrade* yang beredar hanyalah spekulasi negatif yang tidak mencerminkan kondisi riil ekonomi Indonesia.
Ia menilai, tekanan di pasar modal belakangan ini lebih dipicu oleh sentimen domestik ketimbang masalah fundamental. Sebagai bukti stabilitas, ia merujuk pada tingkat inflasi yang masih terjaga dalam rentang target Bank Indonesia (BI), yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.
Purbaya juga merespons *outlook* negatif yang diberikan Moody’s terhadap Danantara. Ia menjelaskan bahwa penilaian tersebut merupakan konsekuensi logis dari *sovereign rating* atau peringkat utang negara Indonesia yang berada di level serupa di mata Moody’s.
Menurutnya, peringkat Danantara saat ini sudah setara dengan pemerintah Indonesia, yang merupakan level tertinggi dalam skala pemeringkatan nasional.
Di sisi lain, S&P Global Ratings resmi memberikan peringkat kredit jangka panjang ‘BBB’ dan jangka pendek ‘A-2’ kepada PT Danantara Investment Management (DIM) dengan *outlook* stabil. Peringkat ini mencerminkan pandangan S&P bahwa pemerintah Indonesia hampir pasti akan memberikan dukungan penuh kepada lembaga tersebut.
S&P menilai dukungan pemerintah terhadap DIM didorong oleh dua faktor utama. Pertama, peran strategis DIM dalam mengelola aset pemerintah untuk meningkatkan nilai jangka panjang dan menginvestasikan dividen BUMN ke proyek-proyek prioritas. Kedua, hubungan erat antara Danantara dengan pemerintah sebagai pemegang saham tunggal yang diawasi langsung oleh parlemen serta dewan pengawas dari jajaran menteri.
Lembaga pemeringkat ini tidak menetapkan profil kredit mandiri untuk DIM karena keyakinan penuh pada dukungan negara yang bersifat permanen dan tidak rentan terhadap risiko transisi.
Sebagai informasi, BPI Danantara dibentuk pada Februari 2025 dengan mandat mengelola aset BUMN melalui DIM. Lembaga ini diproyeksikan mengelola dividen BUMN sebesar US$ 5 miliar hingga US$ 6 miliar per tahun untuk mendukung pembangunan nasional di delapan sektor strategis.







