NewsPariwisata

DMDI Tiongkok Usulkan Penambahan Kaligrafi Jawi pada Jam Gadang

126
×

DMDI Tiongkok Usulkan Penambahan Kaligrafi Jawi pada Jam Gadang

Sebarkan artikel ini
dmdi-china-usulkan-aksara-jawi-untuk-jam-gadang-ikonik-bukittinggi
DMDI China Usulkan Aksara Jawi untuk Jam Gadang Ikonik Bukittinggi

Bukittinggi – Ikon wisata Jam Gadang diusulkan untuk diberikan sentuhan estetika baru berupa kaligrafi aksara Jawi atau Arab-Melayu. Gagasan ini datang dari Presiden Dunia Islam-Melayu (DMDI) Cabang Tiongkok, Prof. Adj. Yusuf Liu Baojan.

Rencananya, nama “Jam Gadang” serta falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” akan dipahat sebagai ornamen kaligrafi. Prof. Yusuf menegaskan bahwa inisiatif ini tidak akan mengubah arsitektur asli peninggalan kolonial, melainkan justru memperkuat identitas religius Ranah Minang.

Prof. Yusuf memandang integrasi aksara Jawi dapat menjadi jembatan historis yang menghubungkan nilai-nilai Islam dengan memori kolektif masyarakat. Langkah ini juga diyakini mampu menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari negara-negara Melayu dan Timur Tengah.

Ide ini muncul saat ia menghadiri Festival Literasi Minang Internasional ke-4 di Bukittinggi pada awal Juni 2026. Dalam rangkaian acara tersebut, Prof. Yusuf sempat menjadi pembicara utama dalam seminar yang mengulas potensi pariwisata serta ekonomi kreatif daerah.

Sebagai tindak lanjut, sketsa desain kaligrafi telah disusun sebagai cetak biru awal bagi Pemerintah Kota Bukittinggi. Dalam proses evaluasi dampaknya, Prof. Yusuf turut menggandeng sejumlah pakar, yakni Dr. Irwandi dari UIN Bukittinggi, Dr. Albert Nashir, serta Ali Rahman, MH.

Ia berharap usulan ini dapat segera memicu diskusi produktif di kalangan pembuat kebijakan. Jika terealisasi, Jam Gadang diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi menjadi monumen hidup yang menyiarkan harmoni tradisi dan nilai religius ke kancah internasional.