Padang – Mahasiswa PPK Ormawa BEM KM Universitas Andalas menginisiasi upaya mitigasi bencana melalui program Aksi Tagak Rimbo di bantaran sungai Batang Kuranji, Kelurahan Gurun Laweh, Sabtu (1/2026).
Gerakan ini melibatkan penanaman 1.000 bibit Vetiver, 250 bibit berakar kuat, dan 400 bibit tanaman produktif sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman hidrometeorologi yang sempat menerjang wilayah tersebut di akhir 2025.
Kepala BPDAS Agam Kuantan, Yantes Doniko, bahkan menyatakan kesiapan lembaganya untuk menyuplai bibit tambahan guna memperkuat ketahanan lingkungan di pekarangan warga.
Yantes juga menekankan pentingnya komitmen mahasiswa dalam merawat tanaman-tanaman tersebut agar tetap tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris BPBD Kota Padang, Robert Chaniago, mengingatkan agar aksi penghijauan ini tidak berhenti pada seremoni penanaman semata.
Robert berharap keberlanjutan perawatan bibit menjadi prioritas agar fungsi ekologisnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.
Wakil Presiden Mahasiswa BEM Unand, Muhammad Firdan, mengapresiasi sinergi antara rekan sukarelawan dengan warga Gurun Laweh.
Firdan menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan diukur dari kemanfaatan nyata bibit-bibit tersebut bagi masa depan warga.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana Gantara PPK Ormawa, Alva Rino Svedrillio, berharap inisiatif ini dapat menginspirasi daerah lain untuk lebih peduli pada ketahanan lingkungan.
Alva menyatakan bahwa kontribusi mahasiswa ini merupakan perwujudan nyata dalam memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Agenda kemanusiaan dan lingkungan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Dinas Sosial, Dinas Koperasi Kota Padang, Lurah Gurun Laweh, perwakilan Rumah Zakat, serta puluhan sukarelawan mahasiswa.






