Bursa Saham

IHSG Menguat 6,13%, Simak Daftar Saham yang Banyak Diborong Asing

40
×

IHSG Menguat 6,13%, Simak Daftar Saham yang Banyak Diborong Asing

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar pergerakan grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia
IHSG mencatatkan penguatan sebesar 6,13% dalam satu bulan terakhir didorong oleh aksi beli investor asing.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif dengan penguatan sebesar 6,13% dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Indeks ditutup di level 6.236,12 pada perdagangan Jumat (31/7/2026), didorong oleh kembalinya aliran modal asing ke pasar modal domestik.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 2,65 triliun di seluruh pasar selama periode tersebut. Masuknya dana asing ini menjadi katalis utama yang mengangkat optimisme investor di tengah fluktuasi pasar global.

Berkat tren penguatan ini, nilai kapitalisasi pasar di BEI mengalami peningkatan signifikan. Per penutupan bursa hari Jumat kemarin, total kapitalisasi pasar tercatat menembus angka Rp 10.947 triliun.

Lonjakan IHSG sepanjang satu bulan terakhir sebagian besar ditopang oleh aksi beli asing pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps). Investor asing terlihat melakukan akumulasi agresif pada sektor ritel, perbankan, hingga sektor energi dan infrastruktur.

Berdasarkan data perdagangan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin daftar saham dengan nilai net buy asing tertinggi, yakni mencapai Rp 8,35 triliun. Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 1,2 triliun.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyusul di peringkat ketiga dengan net buy sebesar Rp 361,49 miliar. Di urutan keempat, terdapat PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang mencatatkan beli bersih asing sebesar Rp 275,74 miliar.

Sektor pertambangan dan logam juga menjadi sasaran investor asing dalam sebulan terakhir. PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan net buy sebesar Rp 228,96 miliar, diikuti oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) senilai Rp 218,33 miliar.

Selain itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 187,07 miliar. Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) juga masuk dalam daftar dengan nilai net buy sebesar Rp 159,51 miliar.

Melengkapi daftar 10 saham dengan pembelian bersih asing terbesar, terdapat PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp 113,93 miliar. Peringkat kesepuluh diisi oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan nilai net buy asing mencapai Rp 106,81 miliar.

Meskipun terdapat saham-saham yang banyak diborong asing, data juga menunjukkan adanya tekanan jual pada beberapa saham lainnya seperti ASII, BBRI, dan BMRI dalam periode yang sama. Dinamika ini mencerminkan strategi rotasi portofolio yang dilakukan oleh investor institusi asing di pasar modal Indonesia.

Kondisi pasar yang bergerak di zona hijau selama sebulan terakhir memberikan sinyal positif bagi prospek investasi di tanah air. Para pelaku pasar kini mencermati apakah tren net buy ini akan berlanjut pada perdagangan bulan Agustus 2026.