News

Pemko Padang Terapkan Hasil Riset Unand Perkuat Mitigasi Megathrust

47
×

Pemko Padang Terapkan Hasil Riset Unand Perkuat Mitigasi Megathrust

Sebarkan artikel ini
pemko-padang-perkuat-mitigasi-bencana-via-riset-unand
Pemko Padang Perkuat Mitigasi Bencana via Riset Unand

Padang – Pemerintah Kota Padang mulai mematangkan strategi mitigasi bencana untuk mengantisipasi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami. Langkah ini ditempuh melalui kolaborasi riset bersama Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand).

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut langsung kedatangan tim peneliti dalam audiensi di Balai Kota, Rabu (17/6/2026). Pertemuan tersebut secara khusus membahas hasil riset bertema pemberdayaan masyarakat dalam kesiapsiagaan mandiri menghadapi bencana.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Unand, Prof. Yenny Narny, menjelaskan bahwa penelitian ini menawarkan solusi yang sangat aplikatif. Inovasi yang dikembangkan mencakup rancangan shelter berbasis masjid hingga sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) yang bisa dikelola mandiri oleh warga.

“Riset ini merupakan hasil kerja sama antara Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas dan PT Pegadaian yang akan diserahkan secara resmi pada 29 Juni mendatang. Kami berharap hasil riset ini menjadi acuan praktis bagi masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan, bukan sekadar kajian akademis,” ungkap Prof. Yenny.

Menanggapi hal tersebut, Fadly Amran memberikan apresiasi atas peran aktif dunia akademik dan sektor swasta dalam upaya meminimalisir risiko bencana. Menurutnya, Pemko Padang terus berkomitmen memperkuat kapasitas masyarakat pesisir melalui berbagai simulasi, edukasi, serta pemasangan perangkat peringatan dini.

“Kami berharap hasil riset tersebut menjadi referensi krusial dalam penyusunan kebijakan program pengurangan risiko bencana ke depan. Langkah ini sangat penting untuk meningkatkan keselamatan masyarakat yang berada di jalur rawan,” tegas Fadly.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pejabat teknis turut mendampingi Wali Kota, termasuk jajaran BPBD, Dinas Pariwisata, hingga Dinas Kominfo. Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk mengintegrasikan model mitigasi hasil riset ini ke dalam agenda pembangunan kota.