Perbankan

Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi bagi 20 Ribu Peserta

58
×

Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi bagi 20 Ribu Peserta

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. Foto : Istimewa
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. Foto : Istimewa

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 3. Program ini menyasar 20.000 peserta di seluruh Indonesia untuk meningkatkan daya saing serta kompetensi di dunia kerja.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menyebut langkah ini sebagai upaya strategis pemerintah mencetak SDM unggul. Menurutnya, pelatihan ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan industri yang berkembang pesat.

“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap pelatihan kerja yang berkualitas. Melalui program ini, peserta dapat meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja,” ujar Darmawansyah, Sabtu (20/6/2026).

Masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri secara daring paling lambat 9 Juli 2026 pukul 23.59 WIB. Syarat utamanya, calon peserta wajib memiliki akun SIAPkerja untuk memilih program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan.

Selain pendaftaran, peserta juga dapat mengisi asesmen kecocokan kerja dan penilaian diri secara opsional. Tahapan selanjutnya akan masuk pada proses seleksi serta wawancara yang dijadwalkan berlangsung pada 10-15 Juli 2026.

Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 16 Juli 2026. Peserta yang lolos kemudian akan mengikuti rangkaian kegiatan orientasi dan kickoff yang dimulai pada 20 Juli 2026.

Nantinya, pelatihan akan dilaksanakan di berbagai fasilitas, mulai dari BBPVP, BPVP, Satuan Pelayanan (Satpel), hingga UPTD. Darmawansyah berharap masyarakat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan keterampilan sebagai bekal mencari kerja maupun berwirausaha.

“Semakin tinggi kompetensi yang dimiliki, semakin besar pula peluang memperoleh pekerjaan yang layak dan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas nasional,” tegasnya.