News

Pertuni Pesisir Selatan Tuntut Aksesibilitas Disabilitas dalam Pemilu

51
×

Pertuni Pesisir Selatan Tuntut Aksesibilitas Disabilitas dalam Pemilu

Sebarkan artikel ini
pemilu-inklusif-bukan-sekadar-narasi,-ketua-pertuni-pesisir-selatan-kupas-tuntas-dalam-podcast-baraja-pemilu
Pemilu Inklusif Bukan Sekadar Narasi, Ketua Pertuni Pesisir Selatan Kupas Tuntas dalam Podcast Baraja Pemilu

Painan – Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam pesta demokrasi di Kabupaten Pesisir Selatan masih menjadi catatan penting. Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Pesisir Selatan, Suherman, menegaskan bahwa penyelenggara Pemilu wajib menjamin kesetaraan hak konstitusional bagi seluruh warga negara.

Hal tersebut ia sampaikan dalam program Podcast Baraja Pemilu yang diselenggarakan Bawaslu Pesisir Selatan pada Sabtu (20/06/2026). Suherman menyoroti bahwa persoalan utama bukan sekadar terdaftar dalam daftar pemilih, melainkan bagaimana hak pilih tersebut dapat disalurkan dengan baik.

Ia pun menyayangkan masih adanya kendala dari pihak keluarga saat petugas melakukan pemutakhiran data. Menurutnya, hambatan tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar hak pilih penyandang disabilitas benar-benar terlindungi.

Suherman turut menyoroti minimnya keterwakilan kelompok disabilitas sebagai kandidat atau peserta Pemilu di daerah tersebut. Padahal, dengan populasi mencapai dua ribuan jiwa, kelompok ini memiliki potensi untuk berkontribusi dalam politik lokal.

“Sepanjang sejarah Pemilu pascareformasi, belum ada satu pun penyandang disabilitas yang menjadi kontestan Pemilu di Kabupaten Pesisir Selatan,” tegasnya.

Selain itu, ia mengevaluasi penurunan keterlibatan penyandang disabilitas sebagai relawan demokrasi yang sempat aktif pada 2019 dan 2020. Absennya peran mereka pada Pemilu 2024 berdampak pada kurangnya akses informasi mengenai visi dan misi para kontestan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Suherman mendorong agar penyandang disabilitas diberikan ruang lebih luas untuk terlibat sebagai penyelenggara atau pengawas Pemilu, selama mereka memenuhi kualifikasi. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan pelayanan yang lebih ramah bagi sesama penyandang disabilitas.

“Secara alamiah penyandang disabilitas akan lebih nyaman bila mendapatkan pendampingan atau pelayanan dari sesamanya yang paham apa kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Melalui forum diskusi tersebut, ia berharap informasi kepemiluan ke depannya dapat menjadi lebih inklusif. Ia optimis cita-cita Pemilu yang ramah bagi semua lapisan masyarakat di Pesisir Selatan dapat terwujud nyata.