NewsPeristiwa

Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan dalam Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

57
×

Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan dalam Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Sebarkan artikel ini
satgas-prr-prioritaskan-perlindungan-kelompok-rentan-dalam-pemulihan-pascabencana-sumatera
Satgas PRR Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan dalam Pemulihan Pascabencana Sumatera

Jakarta – Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menggeser fokus pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kini, upaya rehabilitasi diprioritaskan pada perlindungan sosial yang lebih inklusif bagi kelompok rentan.

Langkah ini menyasar para penyintas yang membutuhkan perhatian khusus akibat bencana hidrometeorologi, seperti anak-anak, perempuan, lanjut usia (lansia), serta penyandang disabilitas.

Pemerintah menjamin tidak akan ada kelompok masyarakat yang terpinggirkan selama proses pemulihan berlangsung.

Fokus penanganan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, pendampingan kesehatan mental, hingga rehabilitasi sosial.

Program ini secara spesifik disiapkan untuk melindungi anak yang kehilangan orang tua, lansia terlantar, serta penyandang disabilitas baru.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menekankan bahwa perspektif perlindungan harus diintegrasikan dalam setiap tahapan konstruksi.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya desain hunian sementara (huntara) yang ramah terhadap kebutuhan perempuan.

“Pendirian huntara harus memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan,” ujar Veronica saat meninjau situasi di Sumatera Barat.

Komitmen tersebut kini telah resmi dimasukkan ke dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026-2028.

Dokumen strategis ini menjadi landasan dalam pemenuhan hak dasar serta perluasan layanan psikososial bagi warga terdampak.

Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026-2028.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, merinci dana tersebut bakal dialokasikan untuk sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemulihan ekonomi masyarakat.

Tito optimistis percepatan pembangunan akan berjalan maksimal setelah anggaran tersebut cair. “Jika anggaran sudah ditransfer, maka kecepatan kerja kementerian dan lembaga akan jauh lebih optimal,” tegas Tito dalam Rapat Koordinasi Tim Pengarah Satgas PRR.