Valuta

Rupiah Menguat Tipis ke Rp 18.071 per Dolar AS Siang Ini

46
×

Rupiah Menguat Tipis ke Rp 18.071 per Dolar AS Siang Ini

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS di layar monitor perdagangan
Nilai tukar Rupiah menguat tipis ke level Rp 18.071 per Dolar AS pada perdagangan Kamis siang.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan Kamis (30/7/2026) siang. Mata uang Garuda tercatat menguat tipis sebesar 0,01% ke level Rp 18.071 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di angka Rp 18.073 per dolar AS. Penguatan ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih merespons kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

The Fed sebelumnya telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan AS di kisaran 3,5% hingga 3,75% pada Rabu (29/7) waktu setempat. Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar, meskipun terdapat perbedaan pendapat atau dissenting opinion di antara para pengambil kebijakan.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang cenderung bervariasi pada perdagangan siang ini. Won Korea memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 0,26% terhadap dolar AS.

Yuan China juga mencatatkan apresiasi sebesar 0,09%. Sementara itu, rupee India menguat 0,02% dan ringgit Malaysia menyusul dengan penguatan 0,01%, setara dengan performa rupiah.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia lainnya justru melemah di hadapan mata uang Paman Sam. Baht Thailand mencatatkan koreksi paling dalam sebesar 0,32%.

Dolar Taiwan terpantau melemah 0,28%, diikuti oleh dolar Singapura yang turun 0,06%. Yen Jepang dan dolar Hong Kong masing-masing melemah 0,04% dan 0,01%.

Peso Filipina juga berada di zona merah dengan pelemahan tipis sebesar 0,003%. Variasi pergerakan ini mencerminkan sentimen investor yang masih mencermati arah kebijakan suku bunga global.

Indeks dolar AS, yang mengukur nilai tukar dolar terhadap mata uang utama dunia, terpantau mengalami penguatan. Indeks tersebut berada di level 100,92 pada Kamis siang.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan posisi hari sebelumnya yang berada di level 100,88. Penguatan indeks dolar ini sering kali menjadi tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang.

Di pasar modal domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang cukup kuat pada sesi pertama perdagangan hari ini. IHSG tercatat naik 0,93% ke posisi 6.147.

Beberapa saham yang masuk dalam kategori top gainers di indeks LQ45 pada sesi tersebut antara lain VALE, MDKA, dan JPFA. Kinerja positif di pasar saham ini sering kali berbanding lurus dengan stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek.

Para pelaku pasar saat ini masih memantau perkembangan data ekonomi Amerika Serikat lebih lanjut. Kebijakan The Fed di masa mendatang diprediksi akan terus menjadi katalis utama pergerakan mata uang di pasar global.