JAKARTA – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester I-2026. Emiten di sektor perkebunan dan pengolahan minyak nabati ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 9,63 triliun hingga akhir Juni 2026.
Realisasi pendapatan tersebut tumbuh sebesar 2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi kuat dari dua divisi utama perusahaan.
Segmen produk minyak dan lemak konsumsi menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 78% dari total penjualan. Sementara itu, segmen perkebunan memberikan kontribusi sebesar 22% terhadap pendapatan perusahaan.
Profitabilitas perseroan juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Laba bruto tercatat mencapai Rp 2,19 triliun, sementara laba usaha melonjak 17% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 1,78 triliun.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turut mengalami kenaikan. Angka tersebut tumbuh 16% menjadi Rp 874 miliar dibandingkan semester I-2025.
Direktur Utama Grup SIMP, Paulus Moleonoto, menyatakan bahwa peningkatan kinerja ini dipicu oleh kenaikan harga jual rata-rata. Selain itu, kenaikan volume penjualan produk sawit serta minyak dan lemak nabati menjadi faktor pendukung utama.
Di sisi operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti mengalami penurunan sebesar 4% secara tahunan menjadi 1,2 juta ton. Namun, penurunan tersebut berhasil dikompensasi oleh kenaikan tingkat ekstraksi minyak sawit mentah (CPO) dan peningkatan pasokan TBS dari pihak eksternal.
Strategi tersebut berdampak positif pada total produksi CPO perusahaan. Produksi CPO tercatat naik 3% dibandingkan periode sebelumnya menjadi 338 ribu ton.
Manajemen SIMP menegaskan komitmen untuk terus menjaga efisiensi operasional di tengah tantangan industri. Fokus utama perusahaan meliputi pengendalian biaya serta prioritas belanja modal yang tepat sasaran.
Perseroan juga terus berupaya meningkatkan produktivitas lahan melalui penerapan praktik agrikultur yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas kinerja di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Hingga akhir Juni 2026, SIMP mengelola total lahan tertanam kelapa sawit seluas 278.099 hektar. Selain sawit, perusahaan juga mengelola 15.717 hektar lahan karet, 12.961 hektar tebu, dan 13.245 hektar tanaman lainnya.
Kondisi neraca keuangan perseroan terpantau semakin kuat pada paruh pertama tahun ini. Total aset SIMP tercatat mencapai Rp 42,34 triliun per kuartal II-2026.
Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan posisi aset per 31 Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp 41,37 triliun. Pertumbuhan aset ini mencerminkan ekspansi dan pengelolaan modal yang terus berjalan di lingkungan Grup Salim.






