Tutup
Regulasi

Agung Podomoro (APLN) absen bagi dividen dari tahun buku 2025, ini alasannya

83
×

Agung Podomoro (APLN) absen bagi dividen dari tahun buku 2025, ini alasannya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut resmi disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026.

Berdasarkan hasil rapat, perusahaan menetapkan alokasi laba bersih sebesar Rp5 miliar untuk cadangan wajib sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan UU Cipta Kerja.

“Sisanya, sebesar Rp107,84 miliar akan dibukukan sebagai saldo laba untuk mendukung kegiatan usaha perseroan,” tulis manajemen APLN dalam keterbukaan informasi, Kamis (28/5/2026).

Sepanjang 2025, APLN mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp112,84 miliar. Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar 82,19% secara tahunan (*year-on-year*) dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp633,86 miliar.

Penurunan juga terjadi pada sisi pendapatan. Penjualan dan pendapatan usaha APLN tercatat sebesar Rp3,56 triliun, turun 36,05% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.

Penjualan rumah tinggal menjadi penopang utama pendapatan perusahaan dengan nilai Rp1,06 triliun. Disusul oleh penjualan apartemen sebesar Rp588,18 miliar, penjualan tanah sebesar Rp247,18 miliar, serta penjualan rumah toko (ruko) senilai Rp243,49 miliar.

Selain pendapatan dari penjualan properti, APLN juga membukukan *recurring income* (pendapatan berulang) sebesar Rp1,36 triliun. Pendapatan ini bersumber dari lini bisnis hotel, penyewaan pusat perbelanjaan, dan pendapatan lainnya.

Hingga saat ini, APLN mengoperasikan sejumlah aset properti ternama, di antaranya Pullman Grand Central Bandung dan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach. Perusahaan juga mengelola berbagai pusat perbelanjaan, seperti Senayan City, Kuningan City, Baywalk Mall, Emporium Pluit Mall, Central Park Mall, Central Park 2, Festival Citylink, DeliPark Mall Medan, serta Plaza Balikpapan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Emiten milik konglomerat Hermanto Tanoko, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembelian aset tanah dan bangunan senilai Rp 60,34 miliar dari PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE). Corporate Secretary CLEO, Lukas Setio Wongso menjelaskan, transaksi tersebut dilakukan karena aset yang dibeli selama ini telah digunakan perusahaan melalui skema sewa. Aset tersebut juga menjadi salah satu…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Masa penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel Sukuk Tabungan seri ST016 tinggal menyisakan enam hari sebelum ditutup pada Rabu (3/6/2026). Tingginya minat investor terlihat dari penyerapan kuota nasional yang telah mendekati penuh, terutama untuk tenor pendek. Berdasarkan data mitra distribusi, Bareksa per Kamis (28/5), penjualan ST016-T2 telah mencapai 92,59% dari kuota nasional. Sementara itu, ST016-T4 telah…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk semakin memperhatikan struktur pendanaan setelah kenaikan suku bunga acuan (BI Rate). Naiknya suku bunga diproyeksi akan menurunkan minat CIMB Niaga untuk mencari pendanaan wholesale lewat surat utang alias obligasi. Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan mengatakan, penerbitan surat utang ke depannya akan sangat bergantung dari seberapa besar pengaruh kenaikan suku bunga terhadap biaya dana…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Rupiah spot terus melemah pada perdagangan Kamis (28/5/2026) siang. Pukul 12.07 WIB, rupiah spot ada di level Rp 17.876 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,42% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.801 per dolar AS. Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS siang ini. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,49%, disusul rupiah yang melemah 0,42%, ringgit Malaysia melemah 0,35%, baht Thailand…