Tutup
Regulasi

Alasan OJK Dorong Penyaluran Kredit Perbankan ke Program Prioritas Pemerintah

90
×

Alasan OJK Dorong Penyaluran Kredit Perbankan ke Program Prioritas Pemerintah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan perbankan memasukkan poin dukungan kredit terhadap program prioritas pemerintah dalam revisi peraturan Rencana Bisnis Bank (RBB). Kebijakan ini bertujuan agar sektor perbankan lebih optimal dalam mengidentifikasi peluang penyaluran kredit yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa langkah ini diambil guna memperkuat kualitas perencanaan bisnis bank agar lebih komprehensif dan berorientasi ke depan. Dengan adanya poin tersebut, potensi penyaluran kredit ke sektor-sektor strategis dapat terpetakan dengan lebih terstruktur.

“Tujuannya agar perencanaan bank bersifat *forward looking* dalam mengidentifikasi peluang intermediasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Dian, Jumat (17/4/2026).

Ketentuan tersebut tertuang dalam Pasal 13 huruf h pada Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) mengenai RBB. OJK telah membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait rancangan regulasi ini hingga 17 April 2026.

Dian menegaskan bahwa aturan ini tidak bersifat memaksa dan tidak menetapkan kuota khusus bagi perbankan. Keputusan untuk menyalurkan kredit tetap menjadi kewenangan penuh bank berdasarkan *business judgment*, profil risiko (*risk appetite*), serta kemampuan bayar debitur.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut penyesuaian aturan RBB ini dirancang untuk mendukung program prioritas pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan tiga juta rumah, serta pengembangan koperasi desa (Kopdes).

Menanggapi kebijakan tersebut, *Chief Economist* Permata Bank, Josua Pardede, mengingatkan pentingnya pengawasan agar implementasi aturan ini tidak menjadi tekanan administratif bagi bank. Ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam menyalurkan kredit ke program pemerintah yang masih baru, terutama jika profil risiko dan kualitas debiturnya belum terpetakan dengan matang.

“Jangan sampai pengaturan ini berubah menjadi tekanan administratif yang mengalahkan penilaian kelayakan kredit di level bank,” kata Josua.

Josua menambahkan, meski bantalan modal perbankan saat ini masih kuat sehingga meminimalisir risiko sistemik, kebijakan ini tetap berpotensi meningkatkan rasio kredit bermasalah (*Non-Performing Loan*) secara bertahap. Hal ini terutama berlaku jika penyaluran kredit dipaksakan ke proyek yang masih dalam tahap awal atau sangat bergantung pada fiskal negara, khususnya pada segmen UMKM dan kredit konsumsi yang memiliki risiko bawaan cukup tinggi.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan telah memberikan persetujuan kepada PT Phintraco Sekuritas sebagai penyedia likuiditas alias liquidity provider atas lima saham. Yakni, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS). Melansir pengumuman BEI Nomor…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot makin tak berdaya hingga perdagangan tengah hari ini. Jumat (17/4/2025), rupiah di berada di level Rp 17.190 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,29% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.139 per dolar AS. Alhasil rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia. Pada perdagangan intraday, rupiah sempat menyentuh leve terendahnya saat…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau pada perdagangan sesi pertama Jumat (17/4/2026), meskipun bursa regional bergerak melemah. Mengutip data RTI, IHSG naik 0,20% atau 15,505 poin ke level 7.636,887. Sepanjang sesi, tercatat 331 saham menguat, 291 saham melemah, dan 194 saham stagnan. Aktivitas perdagangan tergolong ramai dengan total volume mencapai 23,9 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 8,2…