Tutup
Regulasi

Analisis Saham BUMI: Melonjak 93% Sebulan, Peluang atau Jebakan?

840
×

Analisis Saham BUMI: Melonjak 93% Sebulan, Peluang atau Jebakan?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Saham emiten pertambangan batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI), milik Grup Bakrie dan Salim, menjadi sorotan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan signifikan tercatat meski sempat stagnan di penutupan perdagangan.

Hingga akhir perdagangan Selasa (6/1/2026), harga saham BUMI berada di level Rp 464 per saham, tidak berubah dari hari sebelumnya. Namun, secara akumulatif, saham ini telah melonjak 93,33% dalam sebulan terakhir.

Analis teknikal BRI Danareksa Sekuritas menilai pergerakan saham BUMI masih menunjukkan tren bullish dan belum mengindikasikan pembalikan arah.

“Namun, harga tampaknya belum mampu menembus level resistance Rp 466–Rp 476 karena adanya tekanan jual,” ujarnya.

Analis tersebut merekomendasikan strategi *buy on pullback* di dekat level support Rp 400–Rp 428, dengan target penguatan pada level Rp 476–Rp 510.

Dari sisi korporasi, BUMI mengumumkan telah menyelesaikan proses akuisisi lanjutan terhadap Jubilee Metals Limited (JML).

JML adalah perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di Northern Queensland, Australia.

BUMI telah mengambil bagian atas 3.312.632 saham baru JML pada 18 Desember 2025, dengan nilai transaksi AUD 31.470.004 atau setara Rp 346,93 miliar.

Dengan rampungnya transaksi ini, BUMI kini resmi menguasai 64,98% saham JML.

Akuisisi JML merupakan bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang BUMI, dengan target komposisi EBITDA terkonsolidasi 50:50 antara batu bara termal dan aset non-batu bara termal pada tahun 2031.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…