WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menghapus sejumlah tarif impor atas produk asal Taiwan, menyusul langkah implementasi kesepakatan perdagangan yang telah disepakati sebelumnya. Selain penghapusan, tarif dasar impor untuk barang tertentu dari Taiwan juga diturunkan dari 20 persen menjadi 15 persen.
AS memutuskan untuk menghapus bea masuk atas turunan aluminium, baja, dan tembaga yang digunakan untuk komponen pesawat terbang. Pemerintah AS juga melakukan modifikasi bea masuk secara retroaktif terhadap produk suku cadang otomotif, kayu, serta turunan kayu asal Taiwan.
Meski demikian, AS tetap membuka ruang untuk kembali menerapkan bea masuk jika impor produk tersebut dinilai mengancam keamanan nasional.
Di sisi lain, Presiden Trump kini tengah mempertimbangkan potensi penjualan senjata ke Taiwan senilai US$14 miliar atau sekitar Rp250 triliun. Langkah ini berpotensi memicu ketegangan baru dalam hubungan antara AS dan China.
Sebagai bentuk timbal balik, Taiwan berkomitmen untuk mendorong perusahaan domestik mereka berinvestasi dalam sektor industri cip di Amerika Serikat. Taiwan juga sepakat untuk membuka akses pasar lebih luas bagi produk ekspor Amerika, baik di sektor industri maupun pertanian.
Kerja sama ini menjadi krusial mengingat Taiwan merupakan markas bagi raksasa cip dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Perusahaan tersebut memegang peranan vital dalam rantai pasokan global, terutama dalam memproduksi komponen cip untuk ponsel pintar dan berbagai perangkat elektronik lainnya yang digunakan oleh banyak perusahaan berbasis di Amerika Serikat.







