Tutup
EkonomiPerbankan

Australia Panik BBM, Warga Berbondong-bondong Memborong Bahan Bakar

230
×

Australia Panik BBM, Warga Berbondong-bondong Memborong Bahan Bakar

Sebarkan artikel ini
viral-warga-australia-borong-bbm-pakai-jeriken-di-tengah-krisis-energi
Viral Warga Australia Borong BBM Pakai Jeriken di Tengah Krisis Energi

Jakarta – Aksi borong Bahan Bakar Minyak (BBM) melanda Australia. Warga panik hingga memicu antrean panjang di SPBU dan aksi penimbunan.

Video viral di media sosial memperlihatkan seorang pengendara di Gold Coast mengisi BBM ke dalam jeriken hingga memenuhi bagasi mobil.

Aksi ini direkam oleh kreator konten Willem Ungermann, yang terdengar berteriak, “Tidak mungkin, ini keterlaluan. Hei, kamu masih menyisakan untuk saya tidak?”

Fenomena ini memicu kekhawatiran akan panic buying di Australia. Masyarakat khawatir akan ketersediaan BBM,meski pemerintah menjamin pasokan aman.Pengamat dari UNSW Business School, Profesor Nitika Garg, menilai panic buying ini lebih disebabkan oleh persepsi dan ketidakpastian, bukan kekurangan pasokan yang nyata.

“Masyarakat melakukan ini karena mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka tidak tahu bagaimana situasinya akan berkembang,sehingga dalam kondisi tidak pasti ini mereka berusaha melindungi diri,” ujarnya.

Ekonom UNSW, Timothy Neal, menambahkan bahwa panic buying bisa dianggap rasional jika masyarakat percaya orang lain juga akan melakukan hal yang sama.

Lonjakan harga BBM juga menjadi pendorong penimbunan.Harga BBM di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne mendekati 3 dolar Australia per liter dan berpotensi naik hingga 4 dolar Australia.

Akibatnya, lebih dari 500 SPBU di Australia dilaporkan kehabisan setidaknya satu jenis BBM. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan.

Perdana menteri Australia Anthony Albanese dijadwalkan menggelar rapat darurat kabinet untuk membahas langkah lanjutan, termasuk opsi penghematan energi.

Sejumlah pihak mendorong pemerintah untuk segera menerapkan pembatasan distribusi BBM.Namun, pemerintah masih memprioritaskan upaya menjaga pasokan.

“Perencanaan jauh lebih baik daripada kepanikan, sementara yang terjadi saat ini justru mengarah ke kepanikan,” kata politisi Barnaby Joyce.