Jakarta – Generasi Baby Boomers kuasai lebih dari separuh total kekayaan di Amerika Serikat. Kondisi ini memicu kesenjangan aset yang signifikan dengan generasi muda,yaitu Milenial dan Gen Z.Data terbaru menunjukkan Baby Boomers memegang kendali atas aset rumah tangga di AS. Total kekayaan bersih rumah tangga di AS mencapai US$163,1 triliun (Rp2.674.840 triliun) setelah dikurangi utang hipotek.Dari jumlah tersebut, Baby Boomers menguasai US$83,3 triliun (Rp1.364.000 triliun).
Aset boomers sebagian besar berasal dari aset finansial (29,3%) dan real estate neto utang (23,3%). Anggota termuda generasi ini berusia 60-61 tahun, usia yang mendekati puncak akumulasi kekayaan sebelum pensiun.
generasi X (lahir 1965-1980) memegang US$42,6 triliun (Rp698.640 triliun), sekitar setengah dari kekayaan Boomers. Pertumbuhan pendapatan yang lebih lambat dan kinerja pasar saham yang lebih lemah setelah kejatuhan dot-com menjadi penyebabnya.
Sementara itu, Milenial dan Gen Z (lahir setelah 1981) hanya memiliki US$17,1 triliun (Rp280.440 triliun), atau 10,5% dari total kekayaan AS. Padahal, mereka merupakan generasi terbesar berdasarkan jumlah penduduk.
Uniknya, sebagian besar kekayaan Milenial dan Gen Z berasal dari aset bisnis pribadi (10,8%), lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Hal ini menunjukkan jiwa kewirausahaan yang lebih menonjol.
Namun, akumulasi kekayaan mereka masih tertinggal jauh.Distribusi kekayaan ini menyoroti ketimpangan generasi dalam hal aset finansial dan properti.
Baby Boomers menikmati pasar yang menguntungkan dan pertumbuhan investasi jangka panjang. Generasi muda menghadapi tantangan berbeda, seperti harga properti yang tinggi, pasar kerja yang berubah cepat, dan perlambatan pertumbuhan finansial.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan seputar transfer aset antar-generasi, pajak warisan, dan peluang bagi Milenial serta Gen Z untuk mengejar ketertinggalan.







