Tutup
EkonomiPerbankan

Bapanas Gerakkan Distribusi Cabai, Tekan Harga Jelang Nataru

310
×

Bapanas Gerakkan Distribusi Cabai, Tekan Harga Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini
pemerintah-siapkan-pasokan-cabai-untuk-redam-harga-jelang-nataru
Pemerintah Siapkan Pasokan Cabai untuk Redam Harga Jelang Nataru

Jakarta – Badan Pangan nasional (Bapanas) bergerak cepat mengatasi lonjakan harga cabai menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Distribusi cabai dari daerah sentra produksi ke wilayah yang kekurangan pasokan mulai diatur.

Langkah ini diambil menyusul kenaikan harga cabai yang signifikan di berbagai daerah. Bahkan, harga cabai merah dilaporkan menembus Rp100 ribu per kilogram di beberapa wilayah.

Kondisi ini dipicu oleh musim hujan dan tingginya permintaan.Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa cuaca sangat berpengaruh terhadap produksi cabai.

“Akhir tahun biasanya musim hujan, produk hortikultura seperti sayuran dan cabai memang rentan terhadap perubahan cuaca,” ujar Maino dalam keterangan resmi, Senin (15/12).

Ia menambahkan, saat cuaca buruk, petani cenderung mengurangi aktivitas panen, yang berdampak pada pasokan dan harga.

Untuk meredam gejolak harga, bapanas memfasilitasi kerja sama antara pedagang besar Jakarta dan petani di Aceh Tengah.

Pasokan cabai dari Aceh Tengah mencapai rata-rata 13 ton per hari.Distribusi akan difokuskan ke pasar induk seperti Senen,Kramat Jati,Tanah Tinggi,Cibitung,dan Caringin Bandung.

Selain Aceh Tengah, Bapanas juga menjajaki potensi pasokan dari sentra produksi lain seperti jeneponto, Enrekang, dan Wajo di Sulawesi Selatan.

Maino mengakui tantangan distribusi akibat faktor cuaca dapat mengganggu pasokan dan memicu kenaikan harga. Namun, pihaknya terus memantau perkembangan situasi secara nasional.

Program kerja sama antar daerah ini sebenarnya sudah berjalan beberapa tahun terakhir. daerah yang bukan sentra produksi dapat memenuhi kebutuhan dengan mengambil pasokan dari daerah sentra.

Pemerintah daerah juga berperan penting dalam membantu biaya distribusi dan transportasi agar harga cabai tetap terjangkau bagi masyarakat.Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan distribusi cabai.

“Cabai kami sudah minta Dirjen Hortikultura. Cabai dan bawang,karena bawang merah kita sudah ekspor juga. Nah tinggal distribusinya yang perlu kita kuatkan,” kata Amran.

proyeksi neraca pangan Desember 2025 menunjukkan produksi cabai besar diperkirakan meningkat 22,3 persen menjadi 127,8 ribu ton dan cabai rawit mencapai 108,6 ribu ton.

Dengan kebutuhan nasional di kisaran 76-78 ribu ton, produksi dinilai mencukupi. masalah utama terletak pada distribusi, bukan ketersediaan.