BisnisPerbankan

Bapanas Intervensi Pasar untuk Stabilkan Harga Ayam dan Telur

152
×

Bapanas Intervensi Pasar untuk Stabilkan Harga Ayam dan Telur

Sebarkan artikel ini
bapanas-siapkan-bansos-ayam-hingga-telur-imbas-harga-amblas
Bapanas Siapkan Bansos Ayam hingga Telur Imbas Harga Amblas

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bergerak cepat merespons anjloknya harga ayam ras pedaging di tingkat peternak. Langkah ini dilakukan agar harga kembali stabil dan mendekati titik wajar guna menjaga keberlangsungan usaha peternak.

Data Bapanas per 8 Juni mencatat harga rata-rata ayam hidup di kandang hanya Rp22.382 per kg. Angka tersebut tercatat 10,47 persen lebih rendah dibandingkan Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp25 ribu per kg.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memastikan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk melakukan intervensi. “Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak agar tidak terpuruk,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah menyiapkan bantuan pangan berupa 1 kg daging ayam dan 10 butir telur untuk 1,4 juta keluarga selama tiga bulan. Program ini diharapkan mampu menyerap kelebihan pasokan sekaligus menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman juga mendorong peningkatan serapan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar frekuensi konsumsi ayam dan telur dalam menu MBG ditingkatkan menjadi tiga hingga lima kali per minggu.

Selain bantuan, pemerintah mengawal komitmen para pelaku usaha melalui Pinsar Indonesia. Berdasarkan kesepakatan di Semarang pada 9 Juni, mereka menargetkan harga ayam hidup di wilayah Jawa dapat merangkak naik hingga mencapai Rp19.500 per kg pada 15 Juni mendatang.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengakui kondisi pasar saat ini memang tengah mengalami kelebihan pasokan. Namun, ia optimistis berbagai intervensi yang dijalankan dapat memperbaiki harga di tingkat peternak secara bertahap.

Menjelang libur panjang sekolah akhir Juni nanti, Bapanas pun telah menyiapkan strategi antisipasi. Mereka akan memobilisasi stok berlebih ke wilayah-wilayah yang mengalami fluktuasi harga melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan.