JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat (17/7/2026), dengan menguat 0,55% atau 33,77 poin ke level 6.141. Kenaikan indeks utama ini didorong oleh aksi beli investor pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Sektor perbankan tercatat memimpin penguatan sektoral dengan pertumbuhan sebesar 1,64%. Kinerja ini menjadi katalis utama di tengah fluktuasi pasar modal Indonesia pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 3,15% ke level Rp 2.950 per saham. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyusul dengan penguatan 3,25% ke posisi Rp 4.450.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut berkontribusi positif dengan kenaikan 2,41% ke level Rp 6.375. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berhasil tumbuh 2,57% ke level Rp 3.590.
Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi sepanjang sesi pertama mencapai 15,72 miliar saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,15 ribu kali dengan total nilai transaksi mencapai Rp 7,23 triliun.
Kapitalisasi pasar IHSG saat ini berada di angka Rp 10.716 triliun. Investor domestik terpantau masih mendominasi pergerakan di saham-saham bank jumbo.
Saham BBCA menjadi yang paling banyak ditransaksikan dengan nilai Rp 977 miliar. Di posisi berikutnya, BBRI mencatatkan nilai transaksi Rp 626,23 miliar dan BMRI sebesar Rp 558,72 miliar.
Meskipun indeks utama menghijau, pergerakan sektoral masih menunjukkan divergensi. Sebanyak tujuh dari sebelas sektor yang tercatat di bursa justru berada di zona merah.
Salah satu yang mengalami tekanan adalah sektor industri dasar yang melemah 0,79%. Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terkoreksi 2,7% ke level Rp 1.080.
Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 1,28% ke Rp 3.870. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga melemah 1,41% ke level Rp 4.890.
Di sisi lain, sektor properti menunjukkan performa positif dengan kenaikan 0,16%. Saham PT Sentul City Tbk (BKSL) naik 1,54% ke Rp 66, diikuti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang tumbuh 0,88% ke Rp 575.
Kinerja positif IHSG ini berlawanan dengan arah bursa Asia yang mayoritas berada di zona merah. Indeks Nikkei Jepang anjlok 4,88% ke level 63.571.
Shanghai Composite juga mencatatkan pelemahan 1,64% ke level 3.818,59. Sementara itu, indeks Hang Seng terkoreksi 1,93% ke level 24.525.
Daftar saham top gainer pada sesi siang ini dipimpin oleh PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang naik 13,32% ke Rp 28.075. Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menyusul dengan kenaikan 7,18% ke Rp 1.865.
PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga mencatatkan penguatan sebesar 6,82% ke level Rp 1.410. Saham-saham ini menjadi pilihan utama pelaku pasar di tengah volatilitas perdagangan.
Sebaliknya, daftar top loser diisi oleh PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang turun 10,09% ke Rp 392. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) terkoreksi 3,94% ke level Rp 190.000.
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melengkapi daftar penurunan dengan koreksi 3,37% ke level Rp 1.720. Kondisi pasar saat ini mencerminkan sikap investor yang selektif dalam menanggapi dinamika ekonomi regional.






