Bursa Saham

Tanggapan Resmi Indika Energy Soal Isu Divestasi Kideco Rp18 Triliun

75
×

Tanggapan Resmi Indika Energy Soal Isu Divestasi Kideco Rp18 Triliun

Sebarkan artikel ini
Logo PT Indika Energy Tbk yang terpasang di gedung perkantoran
PT Indika Energy Tbk memberikan tanggapan resmi terkait rumor divestasi saham PT Kideco Jaya Agung.

JAKARTA – PT Indika Energy Tbk (INDY) secara resmi menanggapi rumor mengenai rencana divestasi kepemilikan saham pada anak usaha tambangnya, PT Kideco Jaya Agung. Perusahaan menegaskan tidak akan menanggapi spekulasi pasar terkait kabar penjualan aset yang dikabarkan bernilai lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 18,1 triliun tersebut.

Corporate Secretary PT Indika Energy Tbk, Adi Pramono, memberikan pernyataan resmi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (17/7/2026). Ia menyatakan bahwa perusahaan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi yang berkembang di media maupun pasar modal.

Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Perusahaan juga memastikan akan mematuhi seluruh ketentuan pasar modal yang berlaku terkait keterbukaan informasi.

Setiap informasi yang bersifat material dipastikan akan disampaikan kepada publik sesuai dengan regulasi yang ditetapkan otoritas. Hingga saat ini, pihak perseroan menyatakan tidak ada fakta atau kejadian material yang belum diungkapkan kepada publik.

Rumor mengenai divestasi Kideco menarik perhatian pelaku pasar karena peran strategis perusahaan tambang tersebut. Kideco masih menjadi kontributor utama terhadap kinerja keuangan konsolidasian Indika Energy.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026 yang berakhir pada 31 Maret 2026, Kideco tercatat menyumbang pendapatan sebesar US$ 377,4 juta. Angka tersebut setara dengan 72,8% dari total pendapatan kotor konsolidasi Indika Energy yang mencapai US$ 493,2 juta.

Dari sisi profitabilitas, Kideco membukukan laba bersih sebesar US$ 42,4 juta. Perolehan laba tersebut secara signifikan menopang laba bersih konsolidasian Indika Energy yang tercatat sebesar US$ 7 juta.

Perbedaan angka laba tersebut menunjukkan besarnya beban operasional dari segmen usaha lainnya di luar Kideco. Hal inilah yang memicu spekulasi luas mengenai arah strategi bisnis dan sumber pendapatan masa depan perseroan jika aset tersebut dilepas.

Hingga saat ini, manajemen INDY belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kemungkinan perubahan komposisi bisnis. Fokus utama perusahaan tetap pada transparansi dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Respons manajemen ini muncul di tengah dinamika pergerakan harga saham perusahaan di lantai bursa. Pada perdagangan Jumat (17/7/2026) pukul 10.05 WIB, saham INDY terpantau turun 2,4% ke level Rp 2.440 per lembar saham.

Kendati mengalami koreksi harian, performa saham INDY dalam lima hari terakhir tercatat tetap positif. Saham emiten energi ini mencatatkan kenaikan sebesar 20,79% dalam periode tersebut.

Pihak perusahaan kembali menegaskan akan segera memenuhi kewajiban keterbukaan informasi kepada publik. Hal ini akan dilakukan jika terdapat perkembangan material di kemudian hari yang memengaruhi kelangsungan usaha perseroan.