Bursa Saham

Surya Semesta Internusa Targetkan Marketing Sales Melonjak 188% di 2026

55
×

Surya Semesta Internusa Targetkan Marketing Sales Melonjak 188% di 2026

Sebarkan artikel ini
Peta kawasan industri Subang Smartpolitan milik PT Surya Semesta Internusa Tbk
PT Surya Semesta Internusa Tbk menargetkan lonjakan marketing sales lahan industri sebesar 188 persen pada 2026.

JAKARTA – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menetapkan target ambisius dalam kinerja penjualan lahan industri pada tahun 2026. Perseroan memproyeksikan pertumbuhan marketing sales melonjak hingga 188 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

VP of Investor Relations SSIA, Erlin Budiman, menyatakan bahwa target penjualan lahan sepanjang tahun 2026 dipatok seluas 135 hektare. Angka ini meningkat signifikan dari realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar 46,8 hektare.

Mayoritas kontribusi penjualan lahan akan berasal dari proyek strategis perusahaan, yakni kawasan Subang Smartpolitan seluas 121 hektare. Sisanya, sebanyak 14 hektare, ditargetkan berasal dari kawasan industri di Karawang.

Optimisme perusahaan didorong oleh tren permintaan lahan industri yang menunjukkan penguatan tajam pada kuartal II-2026. Permintaan tercatat mencapai lebih dari 400 hektare, melonjak dari sekitar 260 hektare pada periode sebelumnya.

Pihak manajemen menyatakan bahwa perkembangan bisnis SSIA hingga semester I-2026 berjalan sesuai dengan rencana strategis perusahaan. Permintaan yang tinggi menjadi indikator utama keberhasilan ekspansi di sektor kawasan industri.

Kinerja keuangan perseroan juga mencatatkan pemulihan yang signifikan sepanjang awal tahun ini. Pada kuartal I-2026, SSIA membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,44 triliun.

Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 35 persen dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp1,07 triliun. Peningkatan pendapatan ini turut berdampak positif pada profitabilitas perusahaan.

SSIA berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp89,01 miliar pada kuartal I-2026. Capaian ini merupakan pembalikan kondisi keuangan yang drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp21,70 miliar.

Kinerja positif dari sisi operasional dan keuangan ini turut tercermin pada pergerakan harga saham perusahaan di pasar modal. Hingga perdagangan Jumat (17/7/2026) pukul 15.25 WIB, saham SSIA berada di level Rp1.710 per lembar.

Harga saham tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 6,88 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Sementara itu, secara year to date (YTD), saham SSIA telah mengalami apresiasi sebesar 1,79 persen.

Manajemen SSIA tetap menjaga fokus pada pengembangan infrastruktur di lahan industri yang dikelola. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan lahan siap bangun guna memenuhi permintaan investor yang terus meningkat.

Dengan target 135 hektare lahan yang terjual di tahun 2026, SSIA berupaya memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam sektor properti industri di Indonesia. Stabilitas permintaan di Subang dan Karawang menjadi tumpuan utama dalam mencapai target tersebut hingga akhir tahun.