Tutup
EkonomiPerbankan

BI Ungkap Rp50 Ribu RI Peringkat Kedua Dunia

91
×

BI Ungkap Rp50 Ribu RI Peringkat Kedua Dunia

Sebarkan artikel ini
uang-rp50-ribu-ri-raih-predikat-teraman-kedua-di-dunia
Uang Rp50 Ribu RI Raih Predikat Teraman Kedua di Dunia

Jakarta – Bank Indonesia menegaskan uang kertas Rp50 ribu Tahun Emisi 2022 kini termasuk salah satu pecahan paling aman di dunia. Pengakuan itu datang setelah lembaga pemeringkat BestBrokers menempatkannya di posisi kedua global dalam daftar uang paling sulit dipalsukan dengan 17 fitur pengaman.

Deputi Gubernur BI ricky P. Gozali mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil penguatan berkelanjutan pada rupiah. Ia menyebut BI tidak hanya memperbarui tampilan uang, tetapi juga memperkuat material, teknologi cetak, hingga unsur keamanan di dalamnya.

“Uang rupiah kertas pecahan Rp50 ribu TE 2022 pada November 2024 meraih peringkat kedua dunia untuk pecahan yang paling aman dan paling sulit dipalsukan di dunia versi BestBrokers,” kata Ricky dalam acara Press Statement Penguatan Sinergi Pemberantasan Rupiah palsu di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5).

Ricky menambahkan, kualitas uang rupiah yang semakin baik ikut berdampak pada penurunan temuan uang palsu di Indonesia. Data BI menunjukkan, tingkat temuan uang palsu turun dari 5 piece per million atau lima lembar dalam setiap satu juta uang beredar pada 2023 menjadi 4 ppm sepanjang 2024 hingga 2025.

Pencapaian itu, kata Ricky, tidak lepas dari sinergi BI dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu atau Botasupal. Lembaga tersebut melibatkan Badan Intelijen Negara, Polri, Kejaksaan agung, dan Kementerian Keuangan.

Selain memperkuat desain dan fitur pengaman, BI juga gencar mengedukasi masyarakat lewat kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Melalui kampanye itu,publik diingatkan untuk mengenali keaslian uang dengan metode 3D: dilihat,diraba,dan diterawang.

“Berdasarkan penelitian kami terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relatif sangat rendah dan harapan kami dapat diidentifikasi dengan mudah oleh masyarakat melalui metode 3D,” ujar Ricky.

Dalam kesempatan yang sama, BI bersama Polri dan unsur Botasupal memusnahkan 466.535 lembar uang rupiah palsu hasil temuan periode 2017 hingga November 2025.Barang bukti itu berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah, serta hasil pengolahan setoran bank ke BI secara nasional.

Ricky menjelaskan, pemusnahan dilakukan di Bank Indonesia menggunakan mesin racik yang menghancurkan uang menjadi potongan sangat kecil. Ia memastikan proses tersebut dijalankan dengan prosedur ketat agar uang palsu tidak dapat digunakan kembali.

“Pemusnahan dilakukan di Bank Indonesia menggunakan mesin racik yang menghasilkan cacahan kertas yang sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang,” katanya.