Tutup
Regulasi

Cadangan Beras Pemerintah Naik Jadi 4 Juta Ton: Apa Artinya?

294
×

Cadangan Beras Pemerintah Naik Jadi 4 Juta Ton: Apa Artinya?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan cadangan beras nasional menjadi 4 juta ton pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, terutama dari program makan bergizi gratis (MBG) dan stabilisasi harga.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan target tersebut usai rapat penetapan cadangan pangan pemerintah 2026 di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Zulhas optimis target ini dapat tercapai. Ia memperkirakan produksi beras pada tahun 2026 akan melampaui tahun sebelumnya.

“Mungkin Februari sudah panen raya,” ujarnya, menandakan potensi panen lebih awal dari perkiraan.

Permintaan beras juga diperkirakan meningkat drastis akibat program MBG yang akan menjangkau 55 juta penerima manfaat pada 8 Januari 2026, dan diproyeksikan mencapai 80 juta pada April.

Zulhas mencontohkan kebutuhan telur dalam program MBG. Dengan 80 juta penerima, dibutuhkan 80 juta butir telur per hari. “Belum ayam, belum beras, jadi kita harus persiapan dengan baik,” tegasnya.

Selain MBG, peningkatan cadangan beras juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan.

Tak hanya beras, pemerintah juga menaikkan target cadangan jagung menjadi 1 juta ton pada 2026, melonjak dari target 300 ribu ton tahun ini. Cadangan jagung ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.