Tutup
PerbankanTeknologiTelekomunikasi

DSSA Genjot EBT, Kembangkan Panel Surya dan Geothermal

323
×

DSSA Genjot EBT, Kembangkan Panel Surya dan Geothermal

Sebarkan artikel ini
dssa-perkuat-portofolio-bisnis-energi-hijau-dan-konektivitas-digital
DSSA Perkuat Portofolio Bisnis Energi Hijau dan Konektivitas Digital

Jakarta – PT Dian Swastatika sentosa Tbk (DSSA), anak usaha Sinar Mas, memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi hijau yang dicanangkan pemerintah.Fokus utama perusahaan adalah pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT),khususnya panas bumi dan tenaga surya.

Langkah ini bertujuan menciptakan bauran energi yang lebih seimbang.

“Pendekatan kami adalah menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi,” ujar Wakil Presiden Direktur DSSA, Lokita prasetya, dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (2/4).

Salah satu wujud nyata komitmen DSSA adalah pengoperasian pabrik panel surya terintegrasi berkapasitas 1 GW di KEK Kendal.

“Ke depan, kita akan mengembangkan bisnis solar panel ini, baik dari solar cell, bahkan mungkin kita membuat roadmap ke depan ke arah upstream untuk mendukung transisi energi dan ketahanan energi yang dicanangkan oleh Pak Prabowo,” jelas Lokita.

DSSA berharap pemerintah memberikan dukungan bagi pengembangan industri panel surya dalam negeri, seperti yang dilakukan India. Dukungan tersebut bisa berupa pengaturan tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga pembatasan impor.

Selain panel surya, DSSA juga mengembangkan proyek panas bumi melalui PT DSSR Daya Mas Sakti dengan potensi mencapai 440 MW.

Saat ini, perusahaan tengah mempercepat eksplorasi di enam wilayah strategis, mulai dari Cisolok dan Cipanas di Jawa Barat, hingga Sumatera, Flores, dan Sulawesi Tengah.

Menurut Lokita, indonesia memiliki sekitar 40 persen potensi panas bumi global. Sumber ini dinilai sebagai baseload energi hijau paling andal dalam jangka panjang.

Untuk memperkuat kapabilitas teknis dan operasional, DSSA menjalin kemitraan strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia, anak usaha Energy progress Corporation (EDC).

Direktur DSSA, Daniel Cahya, memperkirakan proyek geothermal ini akan menelan investasi US$2 miliar atau sekitar Rp34 triliun hingga 2029.

“Porsi financing-nya 75 persen debt,25 persen dari equity,” kata Daniel.

Sektor energi akan tetap menjadi fondasi bisnis anak usaha Sinar Mas ini. DSSA akan fokus pada operasional yang efisien dan berkelanjutan.

Strategi ini diwujudkan melalui penguatan enduring mining practices, mulai dari peningkatan efisiensi energi hingga pengelolaan lingkungan yang terintegrasi.

Salah satu langkah nyata adalah akselerasi elektrifikasi armada operasional (EV fleets) di PT Borneo Indobara (BIB). Inisiatif ini diharapkan memangkas biaya operasional dan memelopori transisi menuju green mining di sektor pertambangan.

Selain sektor energi, DSSA juga memperkuat bisnis di sektor infrastruktur digital dan teknologi. Tujuannya mendukung kebutuhan konektivitas dan pengelolaan data di Indonesia.

DSSA bermitra dengan iFLYTEK untuk mengakselerasi transformasi digital berbasis AI di indonesia. Kemitraan ini mencakup pengembangan berbagai solusi AI dan kapabilitas analitik berbasis LLM (Large Language Model) SPARK.

Saat ini, DSSA mengoperasikan jaringan fiber optic sekitar 57 ribu km, dengan lebih dari 9 juta homepass dan sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui MyRepublic Indonesia.

Perusahaan juga mengembangkan jaringan data center nasional yang mencakup 24 Edge Data Center di 23 pasar strategis dari Medan hingga Manado. Selain itu,DSSA tengah menyiapkan Flagship Hub Jakarta SMX01,fasilitas Tier-IV AI-ready berkapasitas awal 18 MW di jantung CBD Jakarta. Fasilitas ini dijadwalkan beroperasi pada semester II 2026.

Menurut Daniel, peluang pasar masih terbuka lebar, dengan sekitar 50 juta masyarakat yang belum terlayani internet secara optimal. Potensi pasar telekomunikasi nasional diperkirakan mencapai sekitar US$29 miliar. Pasar fixed broadband sendiri diproyeksikan tumbuh sekitar 10% setiap tahun dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai informasi tambahan, DSSA juga berencana melakukan stock split 1:25 pada 9 April 2026 mendatang.