Jakarta – Gamifikasi kian banyak digunakan dalam aplikasi digital untuk mendorong keterlibatan pengguna, tak lagi sekadar sebagai alat transaksi atau layanan.Elemen permainan seperti poin, level, dan hadiah mulai diterapkan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, belanja daring, hingga layanan keuangan dan perdagangan digital.
Pendekatan ini bertujuan membuat aplikasi lebih menarik sekaligus membentuk kebiasaan pengguna agar lebih aktif dan konsisten berinteraksi di dalam platform.
Salah satu penerapannya terlihat pada program loyalitas yang dikembangkan pelaku industri perdagangan berjangka di Indonesia. PT KVB futures Indonesia memperkenalkan program berbasis reward dengan menghubungkan aktivitas transaksi ke sistem poin yang bisa ditukar dengan berbagai hadiah.
Program tersebut menjadi bagian dari tren yang lebih luas, ketika aktivitas finansial tidak lagi hanya bersifat fungsional, tetapi juga dikemas dalam pengalaman yang lebih interaktif. Pengguna tidak hanya melakukan transaksi, tetapi juga mendapat progres dalam bentuk poin atau insentif tertentu yang dapat dikumpulkan.
Di sisi lain, perusahaan itu juga menggelar kegiatan Corporate Social Obligation perdana di Jakarta dengan visi #BetterTogether, bertepatan dengan perayaan Paskah di Yayasan Pondok Kasih Mandiri. Kegiatan ini mencakup penyaluran bantuan sosial serta keterlibatan langsung dengan komunitas.
“Kami percaya bahwa dampak yang bermakna berawal dari kepedulian. Inisiatif ini merupakan wujud tanggung jawab kami untuk mendukung dan memberikan kembali kepada masyarakat, serta harapan kami untuk terus menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” kata Tonny fong, President Director KVB Futures, dikutip dari siaran pers, Senin, 27 April 2026.
Meski demikian, perkembangan gamifikasi di aplikasi modern tidak hanya terjadi di satu industri. Secara umum, pendekatan ini berkembang seiring meningkatnya persaingan antarplatform digital.
Banyak perusahaan kini mencari cara agar pengguna tidak hanya datang sesekali, tetapi terus kembali secara rutin. Data industri perdagangan berjangka di Indonesia menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas yang cukup signifikan.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat, selama Januari hingga november 2025, nilai transaksi perdagangan berjangka komoditi mencapai Rp 42.867 triliun, tumbuh 49,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Volume transaksi juga meningkat menjadi 14,56 juta lot.







